Padang, metrosumatra.com.
— Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) se-Sumatera Barat di Hotel Mercure Padang, 10–11 September 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun langkah dan program gerakan koperasi di Sumatera Barat untuk periode 2026–2031.
Rakorwil tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Endrizal, SE., M.Si., Ketua Dekopinda dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat, serta jajaran pengurus koperasi. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan menyatukan visi dalam membangun koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.
Ketua Dekopinwil Sumbar, Gun Sugianto, SH., MH., dalam arahannya memaparkan tema “Arah Baru Gerak Koperasi Sumatera Barat 5 Tahun ke Depan”, dengan semangat “Koperasi Kuat, Ekonomi Rakyat Tangguh, Sumbar Sejahtera.” Menurutnya, gerakan koperasi Sumbar harus melakukan perubahan agar mampu menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi.
Gun Sugianto menjelaskan, arah pertama adalah modernisasi dan digitalisasi koperasi. Seluruh koperasi di Sumbar didorong untuk masuk ke dalam ekosistem digital, termasuk melalui marketplace koperasi, sistem pembukuan digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan digital.
Kedua, penguatan koperasi sektor riil dan ekonomi nagari. Dekopinwil akan mendorong pengembangan koperasi pertanian, peternakan dan koperasi nagari. “Dekopinwil akan menjadi jembatan antara koperasi dengan BUMD, BUMN dan pasar. Koperasi harus menjadi penopang ketahanan pangan Sumbar,” ujarnya.
Arah ketiga adalah revitalisasi kelembagaan dan tata kelola koperasi. Gun menegaskan pentingnya membenahi koperasi dari dalam, mulai dari menghidupkan rapat anggota, memperjelas sistem pengawasan hingga memperkuat pendidikan perkoperasian. “Kita tidak ingin ada lagi koperasi yang hanya nama. Dekopinwil akan melakukan audit kesehatan dan pembinaan secara berjenjang,” tegasnya.
Selanjutnya, Dekopinwil Sumbar juga akan memberikan perhatian terhadap pemberdayaan koperasi pemuda, perempuan dan generasi milenial. Generasi muda didorong untuk terlibat sebagai pengurus maupun anggota koperasi. Program Koperasi Milenial dan Srikandi Koperasi akan diarahkan pada penguatan akses permodalan dan pendampingan, sehingga koperasi dapat menjadi salah satu pilihan karier bagi generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Endrizal, SE., M.Si., mengapresiasi arah baru yang disampaikan Dekopinwil Sumbar. Ia menyatakan Pemprov Sumbar siap memperkuat sinergi melalui berbagai program, seperti bantuan permodalan, pelatihan serta fasilitasi sertifikasi halal.
“Kami siap bersinergi. Program Pemprov seperti bantuan modal, pelatihan dan fasilitas sertifikasi halal akan disinergikan dengan program Dekopinwil. Mari kita jadikan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Sumbar,” ujarnya.
Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu prioritas Dekopinwil Sumbar lima tahun ke depan. Kerja sama akan diperkuat bersama Pemprov, Pemkab/Pemko, DPRD, OJK, Bank Nagari hingga perguruan tinggi, terutama dalam advokasi regulasi dan membuka akses permodalan bagi koperasi.
Para Ketua Dekopinda yang hadir menyatakan kesiapan untuk menjalankan hasil Rakorwil dan mengimplementasikan arah baru gerakan koperasi tersebut di masing-masing daerah. Dengan sinergi dan pembenahan yang berkelanjutan, Dekopinwil Sumbar menargetkan koperasi semakin kuat, profesional, modern dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(MM).
