Indeks
Daerah  

KaKamenag Kota Padang Ikuti Kegiatan Sosialisasi Kampung Redam

Padang,metrosumatra.com.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Dr. H. Yasril, S.Ag., MA, mengikuti kegiatan Sosialisasi Kampung Redam untuk Solusi yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Walikota Padang, Rabu, (30/09/26).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman, sinergi, dan partisipasi masyarakat dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Kehadiran Kankemenag Yasril dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk terus membangun pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat tidak cukup hanya diselesaikan melalui pendekatan struktural, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama, komunikasi yang baik, serta penguatan peran masyarakat dari tingkat paling bawah.

“Kampung Redam untuk Solusi memberikan pesan penting bahwa persoalan masyarakat harus dihadapi secara bersama-sama. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menghadirkan lingkungan yang aman, harmonis, dan memberikan solusi,” ujar Yasril.

Ia menambahkan, Kementerian Agama memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama. Karena itu, penguatan pembinaan umat, moderasi beragama, pendidikan karakter, serta peningkatan kepedulian sosial harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.

Bagi Kankemenag Yasril, kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Asta Protas tidak hanya menjadi agenda kelembagaan, tetapi harus diterjemahkan menjadi gerakan dan kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui kegiatan Kampung Redam, lanjutnya, semangat kolaborasi dan penyelesaian persoalan berbasis masyarakat dapat terus dikembangkan. Pendekatan seperti ini dinilai penting karena masyarakat bukan hanya menjadi penerima program, tetapi juga menjadi bagian utama dalam menemukan, merancang, dan menjalankan solusi di lingkungannya masing-masing.

“Kita ingin setiap program Kementerian Agama memiliki dampak. Karena itu, sinergi dengan masyarakat harus diperkuat. Kampung Redam untuk Solusi menjadi salah satu ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat langkah bersama dalam memberikan solusi atas persoalan yang ada,” ungkapnya.

Sosialisasi yang berlangsung di Semarang tersebut juga menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan dan memperkuat jejaring antarpemangku kepentingan. Berbagai gagasan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pendekatan serupa sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di daerah.

Kankemenag Yasril berharap semangat yang dibangun melalui Kampung Redam dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara kontekstual. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, berbagai persoalan dapat dihadapi secara lebih terarah, humanis, dan solutif.

“Intinya adalah menghadirkan solusi, bukan sekadar membicarakan persoalan. Ketika semua unsur bergerak bersama, maka program akan lebih kuat dan dampaknya akan lebih terasa,” pungkas Yasril.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Kankemenag Kota Padang untuk terus mendukung pelaksanaan Asta Protas melalui kerja-kerja nyata, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Semangat Kampung Redam untuk Solusi diharapkan menjadi inspirasi untuk membangun masyarakat yang semakin peduli, tangguh, harmonis, dan mampu menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.(MM).

















Exit mobile version