Padang, metrosumatra.com.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Dr. H. Yasril, S.Ag., MA, mengunjungi peserta cabang seni Al-Qur’an dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kota Padang, Minggu (11/10/2026). Kunjungan tersebut berlangsung di Aula Bagindo Aziz Can, Balai Kota Aie Pacah, Padang.
Dalam kunjungan itu, Yasril menyambangi peserta cabang Khattil Qur’an yang meliputi golongan Dekorasi, Naskah, Hiasan Mushaf, serta Kaligrafi Kontemporer dan Digital. Ia memberikan dukungan dan apresiasi kepada para peserta yang menunjukkan semangat serta kreativitas dalam menghasilkan karya seni Al-Qur’an.
Yasril berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menghasilkan karya yang indah, kreatif, dan bermakna. Ia juga mengingatkan agar setiap karya yang dihasilkan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan mencerminkan kecintaan terhadap kitab suci umat Islam tersebut.
Menurut Yasril, cabang-cabang seni Al-Qur’an tidak hanya menjadi ajang perlombaan untuk mengasah keterampilan dan kreativitas, tetapi juga merupakan sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. Melalui seni kaligrafi, pesan dan keindahan ayat-ayat suci dapat disampaikan dengan berbagai bentuk karya, baik secara klasik maupun melalui inovasi teknologi digital.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan penguatan Asta Protas Kementerian Agama dalam membangun generasi Qur’ani, memperkuat akhlak mulia, serta membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Karena itu, MTQN diharapkan tidak sekadar menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Kunjungan Kakan Kemenag Kota Padang ini menjadi bentuk perhatian dan motivasi bagi para peserta agar terus berkarya serta mengembangkan potensi seni Al-Qur’an. Dengan semangat tersebut, pelaksanaan MTQN ke-42 tingkat Kota Padang diharapkan semakin memperkuat syiar Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.(MM).
