Sawahlunto,metrosumatra.com.
— Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., mendorong Kelompok Kerja Guru (KKG) menjadi wadah evaluasi dan pengembangan inovasi pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan KKG yang dilaksanakan di MIN 3 Kota Sawahlunto.
Zulkifli menegaskan, KKG tidak hanya menjadi forum pertemuan rutin para guru, tetapi juga harus berfungsi sebagai ruang untuk mengevaluasi keberhasilan pembelajaran dan merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan. Evaluasi tersebut termasuk meninjau hasil yang dicapai peserta didik dalam berbagai kompetisi, seperti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).
Menurutnya, apabila hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan, guru perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya. Hasil evaluasi itu hendaknya menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan serta menemukan metode pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.
“KKG diperlukan untuk mengevaluasi diri, mengapa sebelumnya kita belum berhasil dalam OMI. Ke depan, KKG harus mampu mencari metode dan inovasi baru. Pembelajaran bukan sekadar menjadi pengajar yang mentransfer ilmu, tetapi menjadi pendidik yang membentuk karakter peserta didik,” tegas Zulkifli.
Ia juga mengingatkan bahwa profesionalisme guru tidak cukup diukur dari terlaksananya proses belajar mengajar di dalam kelas. Keberhasilan pendidikan harus dilihat dari hasil nyata pembelajaran, termasuk peningkatan kemampuan, perubahan sikap, dan perkembangan positif peserta didik.
Lebih lanjut, Zulkifli berharap KKG mampu melahirkan gagasan kreatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang turut ditekankannya ialah gentle parenting, yakni pola mendidik yang mengedepankan kelembutan, empati, komunikasi yang baik, serta ketegasan secara proporsional dalam membimbing anak.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga menyampaikan tiga target penting dalam pendidikan, yaitu mengisi kepala dengan ilmu pengetahuan, mengisi dada dengan iman, serta mengisi perut dengan sesuatu yang halal dan tayib. Ketiga prinsip tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan harus berjalan seimbang antara pengembangan kecerdasan intelektual, penguatan keimanan, dan pemenuhan kebutuhan hidup yang baik.
Melalui penguatan peran KKG, ia berharap para guru madrasah di Kota Sawahlunto semakin profesional, kreatif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Dengan demikian, madrasah tidak hanya melahirkan peserta didik yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, serta memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.(MM).
