Agam, metrosumatra.com.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Dr. H. Rinalfi, S.Ag., S.H., M.M., menghadiri sekaligus membuka Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAIS) tingkat SD/SDIT se-Kecamatan Tanjung Mutiara Tahun 2026, yang dipusatkan di Lapangan Mahoni, Tiku, Kamis (8/10/2026). Rinalfi didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kantor Kemenag Agam, H. Mursal Asmir, S.Ag., S.H.
Kegiatan yang diikuti peserta didik SD/SDIT se-Kecamatan Tanjung Mutiara tersebut diisi dengan berbagai perlombaan keagamaan dan seni. Pentas PAIS menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, keberanian, kreativitas, sekaligus memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama Islam sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Rinalfi menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan ilmu pengetahuan, karakter, serta nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat. Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.
Rinalfi mengatakan, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan, terutama melalui penggunaan media sosial. Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dari guru dan orang tua agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang bertentangan dengan nilai agama.
“Anak-anak kita harus dibekali dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dengan agama dan akhlak. Di tengah perkembangan media sosial dan globalisasi, mereka harus memiliki kemampuan untuk memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik,” ujar Rinalfi.
Lebih lanjut, Rinalfi mengajak para guru dan orang tua untuk bersama-sama membangun kebiasaan positif pada anak, termasuk menumbuhkan kecintaan terhadap masjid dan membiasakan ibadah sejak dini. Menurutnya, pembentukan karakter anak membutuhkan sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat agar nilai-nilai agama dapat tumbuh kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Rinalfi berharap Pentas PAIS tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan mencari prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda yang beriman, berkarakter dan berakhlak mulia. Semangat tersebut, katanya, sejalan dengan gerakan “Bangkik dari Surau” dalam memperkuat nilai-nilai agama dan budaya di tengah masyarakat Kabupaten Agam.(MM)
