PADANG, metrosumatra.com.
– Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, Drs. Syahendri Barkah, yang diwakili Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Nofiandi Amir, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sekolah Lansia Rubela Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai KB.
Kegiatan Sekolah Lansia ini sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Wali Kota Padang, khususnya program Peduli Usia Emas. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung semangat Padang Amanah dalam mewujudkan masyarakat yang berkarakter, sejahtera, dan bermartabat.
Dalam penyampaian materinya, Nofiandi Amir menegaskan bahwa para lanjut usia (lansia) memiliki peran strategis sebagai teladan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila dan pembentukan karakter bangsa, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat.
Menurutnya, lansia bukan hanya kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dan pelayanan, tetapi juga merupakan sumber keteladanan, pengalaman hidup, kearifan lokal, serta nasihat moral yang sangat berharga bagi generasi muda.
Ia menjelaskan, nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap gotong royong, toleransi, saling menghormati, kepedulian sosial, serta semangat persatuan. Nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan melalui perilaku sehari-hari sehingga menjadi contoh nyata bagi generasi penerus bangsa.
Nofiandi juga menekankan pentingnya menjaga peran lansia agar tetap aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki, para lansia diharapkan terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan karakter positif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Sekolah Lansia Rubela Banda Buek ini, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk menjalani kehidupan yang sehat, bahagia, aktif, dan produktif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman kebangsaan serta meningkatkan peran lansia dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak, cucu, dan generasi muda.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang peduli terhadap kelompok usia lanjut, sekaligus memberikan ruang bagi para lansia untuk terus berdaya, berbagi pengalaman, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Lansia bukan sekadar bagian dari masa lalu, tetapi merupakan teladan berharga untuk membangun masa depan bangsa yang berkarakter, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.” Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa pengalaman, kearifan, dan keteladanan para lansia merupakan aset penting dalam menjaga persatuan serta membangun karakter bangsa.(MM).
