Indeks

















Daerah  

Pembangunan Tower Induk di Desa Muntei Disorot, Material Pasir Laut Jadi Perhatian

MENTAWAI,metrosumatra.com.

— Pembangunan tower induk pemancar sinyal di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai penggunaan pasir laut sebagai salah satu material dalam proses pembangunan.





Sorotan tersebut bukan semata-mata terkait pembangunan tower, tetapi juga menyangkut asal-usul dan kelayakan material yang digunakan, mengingat penggunaan pasir laut dalam pekerjaan konstruksi perlu dipastikan sesuai dengan ketentuan teknis dan standar pembangunan yang berlaku.

Kepala Desa Muntei ketika dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa pembangunan tower saat ini masih dalam proses. Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan telah mengetahui adanya kegiatan tersebut.

“Untuk informasi pembangunan tower sedang proses, Pak. Dan masyarakat yang ada di sekitarnya sudah mengetahuinya, bahkan sudah pernah melakukan ramah tamah di APB yang dibantu dan dipandu Pak Kepala Dusun Muntei,” ujar Kepala Desa Muntei melalui pesan WhatsApp, Minggu (9/8/2026).

Namun, ketika ditanyakan secara spesifik mengenai material yang digunakan, termasuk informasi penggunaan pasir laut, Kepala Desa Muntei belum memberikan penjelasan secara rinci.

“Untuk bahan material kita belum bisa berikan informasi, nanti juga saya konfirmasi dengan Pak Dusunnya,” jelasnya.

Pernyataan tersebut tentu menjadi penting, sebab transparansi mengenai material yang digunakan dalam pembangunan fasilitas publik maupun infrastruktur telekomunikasi sangat diperlukan. Masyarakat berhak mengetahui apakah material yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis serta berasal dari sumber yang sesuai dengan ketentuan.

Di sisi lain, keterangan Kepala Desa Muntei menunjukkan bahwa persoalan komunikasi dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan disebut telah dilakukan melalui kepala dusun. Artinya, ruang untuk memastikan seluruh informasi terkait pembangunan seharusnya dapat dibuka secara terang, termasuk mengenai material yang digunakan di lapangan.

Media ini juga masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak kepala dusun maupun pihak pelaksana pembangunan terkait jenis pasir yang digunakan, sumber material, dasar pemilihan material tersebut, serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis pekerjaan tower.

Kepala Desa Muntei sendiri menyatakan akan membantu memberikan informasi perkembangan selanjutnya.

“Baiklah Pak, nanti kita bantu untuk informasikan perkembangan selanjutnya,” katanya.

Dengan demikian, persoalan ini masih menunggu klarifikasi lanjutan. Publik tentu berharap pembangunan tower induk di Desa Muntei berjalan secara transparan, sesuai standar teknis, serta tidak mengabaikan aspek keselamatan konstruksi dan kepentingan masyarakat sekitar.

Pertanyaan publik kini sederhana: jika benar menggunakan pasir laut, apakah material tersebut telah dinyatakan memenuhi spesifikasi teknis untuk pekerjaan yang dilakukan? Dan dari mana sumber pasir tersebut?

Jawaban atas pertanyaan itu penting agar pembangunan tower tidak menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.(Fais)

















Exit mobile version