Indeks

Pemko Payakumbuh Buka Peluang Ekspor UMKM Lewat Program Desa Devisa Rendang

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor melalui Program Desa Devisa Rendang Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama Kementerian Keuangan Satu dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank.

Program tersebut diawali dengan Kick Off Pendampingan Desa Devisa Rendang yang digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi titik awal pengembangan ekosistem ekspor yang terintegrasi bagi UMKM rendang, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pemenuhan standar ekspor, akses pembiayaan, hingga perluasan jaringan pemasaran internasional.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan, LPEI/Indonesia Eximbank, Kementerian Perindustrian, serta seluruh pihak yang telah mempercayai Kota Payakumbuh sebagai salah satu daerah pelaksana Program Desa Devisa.

Ia menilai kepercayaan tersebut menjadi momentum strategis bagi Kota Payakumbuh untuk meningkatkan daya saing industri rendang yang selama ini telah menjadi identitas daerah sekaligus salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

“Rendang sudah dikenal sebagai makanan terbaik di dunia. Namun, untuk memasuki pasar global, kita tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa. Kita harus menjaga konsistensi kualitas, memperbaiki pengemasan, serta memenuhi standar internasional agar mampu bersaing di pasar ekspor,” kata Elzadaswarman.

Ia mengatakan Kota Payakumbuh merupakan salah satu sentra produksi rendang di Sumatera Barat yang telah berkembang menjadi industri unggulan daerah. Industri tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan UMKM, tetapi juga membuka lapangan kerja serta meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Meski memiliki potensi besar, pelaku usaha perlu mempersiapkan kelembagaan, sumber daya manusia, dan kapasitas usaha secara menyeluruh untuk memasuki pasar internasional. Selain itu, pelaku usaha juga harus memahami regulasi dan standar ekspor, memiliki akses pembiayaan yang memadai, serta mampu membangun jaringan pemasaran yang luas.

Karena itu, Elzadaswarman menegaskan Program Desa Devisa menjadi instrumen strategis untuk menyiapkan UMKM agar mampu bersaing di pasar global melalui pendampingan yang berkelanjutan.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pendampingan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing produk, dan mendorong lahirnya eksportir baru dari Kota Payakumbuh,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Payakumbuh mendukung penuh pelaksanaan program tersebut karena sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam meningkatkan nilai tambah produk unggulan, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Pada kesempatan itu, Elzadaswarman berharap Koperasi Sentra Rendang Payo (IKOSERO) mampu menjadi pusat kolaborasi pelaku usaha rendang dalam meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi mutu, memenuhi persyaratan ekspor, hingga memperluas akses pasar secara bersama.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan setiap tahapan pendampingan sebagai ruang untuk meningkatkan kompetensi, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring usaha sehingga semakin banyak produk rendang asal Payakumbuh mampu menembus pasar internasional.

Selain itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar program tersebut benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pengembangan industri rendang di Kota Payakumbuh.

Elzadaswarman optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, LPEI/Indonesia Eximbank, koperasi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan akan mempercepat lahirnya eksportir baru sekaligus memperluas akses pasar bagi produk rendang Payakumbuh di pasar internasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat Bayu Agatyan, Kepala Department Jasa Konsultasi LPEI Nilla Meiditha, Kepala KPPN Payakumbuh Tisari Yona Geumila, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Payakumbuh Yasrizal, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Yasril, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Faisal, serta pelaku UMKM yang tergabung dalam Koperasi Sentra Rendang Payo (IKOSERO).

“Dengan semangat kolaborasi, kami optimistis akan lahir lebih banyak eksportir rendang dari Payakumbuh. Inilah langkah nyata untuk mengantarkan rendang Payakumbuh menembus pasar global, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas kesempatan usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version