Indeks
Daerah  

Porprov Sumatera Barat 2026 Tetap Didorong Berjalan di Tengah Kendala Pembiayaan

Oplus_131072

Padang, metrosumatra.com.

— Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat tahun 2026 menjadi perhatian di tengah adanya kendala pembiayaan yang dihadapi pemerintah daerah. Persoalan anggaran tersebut menjadi salah satu pembahasan, mengingat Porprov merupakan agenda olahraga daerah yang melibatkan kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Meski menghadapi kendala pembiayaan, pelaksanaan Porprov Sumatera Barat tetap diharapkan dapat berjalan sesuai rencana. Masing-masing pemerintah kabupaten dan kota dituntut untuk melakukan berbagai langkah dan menyesuaikan kemampuan daerah dalam mendukung keikutsertaan kontingen pada ajang olahraga tersebut.

Kondisi pembiayaan menjadi perhatian karena sejumlah daerah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan olahraga. Namun, dalam pelaksanaannya, dana yang telah tersedia tersebut belum seluruhnya dapat dicairkan karena berbagai ketentuan dan mekanisme penganggaran yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, persiapan kontingen dari masing-masing kabupaten dan kota sudah dilakukan jauh hari. Para atlet, pelatih, ofisial serta pengurus cabang olahraga telah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai pertandingan yang akan digelar dalam Porprov Sumatera Barat 2026.

Dengan kondisi tersebut, masing-masing daerah diharapkan dapat menyiasati persoalan pembiayaan secara bijak dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dukungan pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, serta seluruh pihak terkait menjadi penting agar para atlet tetap dapat mengikuti pertandingan dan membawa nama daerah masing-masing.

Gubernur Sumatera Barat diwakili Asisten III Sekdaprov Sumatera Barat Adib Alfikri menyebut prosesi pengambilan api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI di Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, sebagai momen bersejarah. Setelah sekitar delapan tahun, api kembali dinyalakan di Monumen Api Porda Sumbar yang menjadi salah satu simbol perjalanan olahraga di Sumatera Barat.

Adib Alfikri mengaku memiliki kenangan tersendiri dengan lokasi tersebut. Pada 2018 lalu, ketika masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, dirinya juga menghadiri prosesi pengambilan api Porprov di tempat yang sama. “Hari ini adalah hari bersejarah. Sudah lama api ini tidak kami lihat seperti ini, sekarang menyala kembali. Saya masih ingat, delapan tahun lalu saya juga hadir di lapangan ini,” ujarnya.

Menurut Adib, Pariangan memiliki posisi penting dalam sejarah dan kebudayaan Minangkabau. Karena itu, tradisi pengambilan api Porprov di daerah tersebut perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya dan perjalanan olahraga Sumatera Barat. Api Porprov juga dimaknai sebagai simbol kebersamaan seluruh unsur masyarakat dalam mendukung kemajuan olahraga di daerah.

“Ini adalah sebuah budaya yang memang akan kita selalu lestarikan. Bagaimanapun ini adalah sebuah simbol kebersamaan dari kepentingan kita yang ada di Sumatera Barat,” kata Adib. Ia menegaskan, api Porprov tidak boleh berhenti hanya sebagai simbol seremonial, tetapi semangat yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan melalui penyelenggaraan Porprov yang menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan dan semangat berprestasi.

“Pemerintah provinsi berharap api yang sudah menyala ini tidak hanya sekadar simbolis, namun harus diwujudkan dalam pelaksanaan Porprov ini,” ujarnya. Setelah prosesi pengambilan api di Pariangan, api Porprov XVI kemudian dibawa dalam kirab menuju Kabupaten Padang Pariaman sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Padang.

Adib juga berpesan kepada para pembawa obor dan petugas kirab agar senantiasa berhati-hati serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Api Porprov XVI tersebut melambangkan semangat pantang menyerah, daya juang, sportivitas dan energi positif bagi seluruh insan olahraga Sumatera Barat. “Kami berpesan agar senantiasa berhati-hati, menjaga keselamatan dan membawa semangat kejayaan dari titik awal hingga nanti di tujuan akhir,” pungkasnya.(STM).

















Exit mobile version