Indeks
Daerah  

SMPN 27 Padang Siap Menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota dan Provinsi

Padang, metrosumatra.com.

— SMPN 27 Padang menyatakan kesiapannya untuk melangkah menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Padang dan selanjutnya ke tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kesiapan tersebut ditegaskan Kepala SMPN 27 Padang, Wetty, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Air Paku, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Rabu (30/9/2026).

Kepala SMPN 27 Padang Wetty, S.Pd. mengatakan, program Adiwiyata merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Insyaallah SMPN 27 Padang siap menuju Sekolah Adiwiyata. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga cinta dan peduli lingkungan,” tegasnya.

Menurut Wetty, pihak sekolah telah memulai berbagai langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau dan sehat. Salah satunya melalui Gerakan Sekolah Bersih dan Bebas Sampah yang melibatkan seluruh warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Setiap hari ada piket kebersihan kelas. Setiap Jumat atau pada hari yang ditentukan, kami juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama. Kami sudah menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kantin,” ujar Wetty.

Selain kebersihan, SMPN 27 Padang juga mengembangkan program penghijauan dan tamanisasi sekolah. Lahan sekolah dimanfaatkan untuk kebun murid, taman bunga, apotek hidup dan rumah bibit. Para murid diajak secara langsung menanam sekaligus merawat tanaman yang ada di lingkungan sekolah.

Sekolah juga memiliki Green House yang dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, khususnya dalam mendukung kegiatan pembelajaran IPA. Dengan demikian, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran bagi murid untuk mengenal dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam bidang penghematan energi dan pengelolaan lingkungan, sekolah menerapkan berbagai kegiatan, seperti penghematan penggunaan air dan listrik, penampungan air wudu serta pembuatan biopori. Sampah organik juga diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Ketua Tim Adiwiyata SMPN 27 Padang, Teti Handayani, S.Pd., mengatakan seluruh warga sekolah memberikan dukungan terhadap program tersebut. “Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Budaya bersih sudah mulai terbentuk dan kami optimis bisa meraih Adiwiyata,” katanya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, sekolah juga telah membentuk Tim Kader Adiwiyata yang melibatkan OSIS dan Pramuka. Para murid diberikan pembinaan melalui berbagai kegiatan, antara lain pembuatan ecobrick, kerajinan dari bahan daur ulang serta pengembangan pojok literasi lingkungan di setiap kelas. Komite sekolah dan orang tua murid turut memberikan dukungan terhadap program tersebut.

Wetty menargetkan SMPN 27 Padang dapat masuk nominasi Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Padang pada tahun ini dan pada tahun berikutnya melanjutkan langkah menuju tingkat Provinsi Sumatera Barat. “Adiwiyata bukan hanya soal piala, tetapi soal karakter. Kalau sekolahnya bersih, hijau dan sehat, insyaallah prestasi juga akan ikut meningkat. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” tutup Wetty.(MM).

















Exit mobile version