TELUK KUANTAN,metrosumatra.com.
— Ada pemandangan berbeda di tengah ramainya suasana Pacu Jalur di Teluk Kuantan, Jumat (21/8/2026) malam. PLT Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, memilih turun langsung ke tengah masyarakat tanpa pengawalan dan tanpa protokoler.
Bukan berada di panggung kehormatan atau di balik agenda resmi pemerintahan, H. Muklisin justru berjalan mengelilingi kawasan pasar. Ia berdialog langsung dengan warga, menyapa para pedagang, melihat aktivitas masyarakat yang sedang menikmati Pacu Jalur, sekaligus menyambangi sejumlah stand bazar yang berada di kawasan tersebut.
Menariknya, suasana begitu cair. Sejumlah masyarakat bahkan tidak menyadari bahwa sosok yang mereka temui dan ajak berbincang itu merupakan PLT Bupati Kuansing.
Rani, salah seorang warga Teluk Kuantan, mengaku terkejut sekaligus terharu melihat H. Muklisin datang tanpa pengawalan.
“Biasanya kalau bupati itu kita lihat ada pengawalan, ada protokolnya. Tapi tadi bapak hanya sendiri, jalan-jalan melihat masyarakat. Saya sampai tidak menyangka kalau beliau itu PLT Bupati,” ujar Rani.
Menurut Rani, sikap tersebut menunjukkan bahwa seorang pemimpin bisa hadir sangat dekat dengan masyarakat tanpa jarak.
“Saya bangga dan terharu. Ternyata beliau sangat merakyat. Bahkan karena begitu santainya, saya sampai tidak sadar kalau beliau seorang PLT Bupati,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Reza, salah seorang pedagang buah yang ditemui H. Muklisin. Ia mengapresiasi kehadiran langsung kepala daerah di tengah aktivitas masyarakat dan pedagang.
Menurutnya, kunjungan seperti itu memberikan kesan berbeda karena pemimpin dapat melihat langsung bagaimana kondisi pedagang dan masyarakat di lapangan, bukan hanya melalui laporan.
Sementara itu, H. Muklisin mengatakan, turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian penting untuk melihat kondisi yang sebenarnya.
“Dari kunjungan ini kita bisa menarik kesimpulan, langkah apa yang perlu diperbaiki dan menjadi catatan untuk perbaikan ke depan. Jadi tidak hanya menerima laporan dari pejabat dan OPD yang ada,” ujar H. Muklisin.
Blusukan sederhana itu pun menjadi momen tersendiri. Di tengah hiruk-pikuk Pacu Jalur, seorang kepala daerah memilih melepas sekat protokoler, berjalan kaki, melihat pasar, menyapa pedagang dan mendengar langsung suara masyarakat.(RA).
