Indeks

Wali Kota Zulmaeta Ajak Ayah Lebih Aktif Dampingi Pendidikan Anak

Payakumbuh – Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengajak para ayah dan wali ayah untuk lebih aktif mendampingi pendidikan anak dengan menghadiri pembagian rapor serta mengantar anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Ajakan tersebut disampaikan Zulmaeta, Senin (13/7/2026), sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Menurut Zulmaeta, keterlibatan ayah dalam pendidikan anak merupakan bagian penting dari pengasuhan yang berkontribusi dalam membentuk karakter, mempererat kedekatan emosional, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam belajar.

“Kami mengajak seluruh ayah di Kota Payakumbuh untuk hadir mendampingi anak pada momen-momen penting di sekolah. Kehadiran seorang ayah merupakan bentuk dukungan moral yang akan menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar anak,” kata Zulmaeta.

Ia menegaskan, gerakan tersebut bukan sekadar mengajak ayah hadir di sekolah, tetapi menjadi momentum memperkuat komunikasi, kedekatan emosional, dan kepedulian terhadap proses pendidikan anak.

Karena itu, Zulmaeta mengimbau seluruh ayah atau wali ayah yang memiliki anak pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas atau sederajat agar mengambil rapor secara langsung dan mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah sesuai jadwal yang ditetapkan masing-masing satuan pendidikan.

“Momen ini bukan sekadar mengantar atau mengambil rapor, tetapi menjadi kesempatan membangun komunikasi yang lebih erat antara ayah dan anak. Kedekatan seperti inilah yang akan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka,” ujarnya.

Zulmaeta juga meminta seluruh satuan pendidikan mendukung pelaksanaan gerakan tersebut dengan menyampaikan jadwal kegiatan kepada orang tua serta menciptakan lingkungan yang mendorong keterlibatan ayah dalam aktivitas pendidikan anak.

Selain itu, ia berharap instansi pemerintah maupun perusahaan tempat para ayah bekerja dapat memberikan dispensasi keterlambatan sesuai ketentuan yang berlaku agar mereka tetap memiliki kesempatan mendampingi anak tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan.

Menurut Zulmaeta, keberhasilan membangun generasi yang berkualitas membutuhkan sinergi yang kuat antara keluarga, sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia berharap Gerakan Ayah Teladan Indonesia tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi tumbuh menjadi budaya pengasuhan di Kota Payakumbuh sehingga semakin banyak ayah terlibat aktif dalam mendampingi pendidikan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam menyiapkan generasi Payakumbuh yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing.

“Melalui keterlibatan ayah yang semakin kuat, kita berharap lahir generasi Payakumbuh yang berkarakter, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version