Payakumbuh – Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengingatkan pelajar agar menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang sejak usia sekolah karena penyalahgunaan zat adiktif dapat merusak kesehatan, mental, dan masa depan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Zulmaeta saat menghadiri Payakumbuh Youth Health Adventure Carnival di GOR Nan Ompek Tanjung Pauh, Payakumbuh, Ahad (9/8/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) 2026 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Payakumbuh-Lima Puluh Kota (Paliko).
Zulmaeta mengatakan pelajar yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan generasi yang dalam 10 hingga 20 tahun mendatang akan memimpin Kota Payakumbuh dan daerah sekitarnya. Karena itu, kesehatan, pendidikan, dan pembentukan mental perlu dipersiapkan sejak dini.
“Anak-anak kita yang sekarang duduk di bangku sekolah ini 10 sampai 20 tahun lagi akan menjadi orang-orang yang memimpin kota ini dan daerah kita. Kalau mentalnya bagus, pendidikannya bagus, dan sehat, saya yakin Payakumbuh akan lebih maju,” kata Zulmaeta.
Menurut dia, membentuk generasi yang sehat tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik. Keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membangun ketahanan mental serta membekali remaja dengan pengetahuan untuk menghadapi berbagai risiko dalam pergaulan.
Ia mengatakan narkoba merupakan salah satu ancaman yang harus dicegah sejak usia sekolah karena penyalahgunaan zat adiktif dapat menimbulkan kecanduan dan ketergantungan yang berdampak terhadap kesehatan serta kehidupan seseorang.
Karena itu, Zulmaeta meminta pelajar tidak mencoba narkoba dengan alasan apa pun dan berani menolak ajakan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan zat terlarang.
“Obat-obatan ini akan menyebabkan kecanduan dan ketergantungan yang sulit untuk dihilangkan, bagaimanapun dokter-dokter ini mau menerapi. Maka kita arahkan bagaimana menghindari dan mengantisipasi pemakaian narkoba ini,” ujarnya.
Selain narkoba, Zulmaeta mengingatkan pelajar agar berhati-hati dalam pergaulan dan mampu mengenali perilaku yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan maupun masa depan mereka.
Ia meminta siswa menaati aturan sekolah, menjaga pergaulan, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang membawa dampak negatif.
Zulmaeta juga menekankan pentingnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi bagi remaja. Menurutnya, pemahaman yang benar diperlukan agar pelajar mampu mengenali risiko kesehatan dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Ia meminta guru turut memberikan perhatian terhadap pembentukan mental peserta didik di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan dan pembentukan mental perlu berjalan beriringan agar pelajar memiliki bekal dalam menghadapi perkembangan lingkungan dan pergaulan.
“Tolong Bapak-Ibu guru semua, di samping edukasi nanti, dilanjutkan pendidikan tentang mental remaja ini di sekolah masing-masing. Karena di tangan gurulah mental anak-anak ini dimulai, bagaimana mereka bisa berkembang nantinya,” katanya.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Payakumbuh-Lima Puluh Kota Efriza Naldi mengatakan Payakumbuh Youth Health Adventure Carnival merupakan bagian dari rangkaian HBDI 2026 yang mengangkat tiga pilar, yakni pengabdian, edukasi, dan sejarah.
“Sesuai instruksi dari PB IDI Pusat, kita mengadakan kegiatan dalam rangka melaksanakan HBDI 2026 ini dengan tiga kegiatan: pertama pilar pengabdian, kedua pilar edukasi, dan yang ketiga pilar sejarah,” ujar Efriza.
Untuk pilar pengabdian, IDI Paliko sebelumnya menggelar bakti sosial dan pelayanan kesehatan oleh dokter spesialis di Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada 26 Juli 2026.
Sementara itu, pilar edukasi diwujudkan melalui seminar kesehatan pada 9 Agustus yang menyasar pelajar tingkat SD hingga SMA. Materi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, pencegahan HIV/AIDS, serta penanganan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
“Panitia mengangkat acara ini sebagai bentuk bakti IDI Paliko untuk pendidikan, serta bagaimana menyampaikan kepada anak-anak kita yang masih bersekolah agar mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, HIV, dan juga kasus-kasus bullying yang mungkin sering kita dengar saat ini,” kata Efriza.
Adapun pilar sejarah akan dilaksanakan pada Oktober 2026 dengan mengangkat perjalanan dr. Achmad Darwis yang dikenal sebagai dokter pertama di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Efriza menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah turut memperluas manfaat edukasi kesehatan bagi generasi muda.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan penuh Bapak Wali Kota. Dukungan pemerintah daerah semakin memperluas manfaat kegiatan IDI Paliko bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan sekaligus membangun kesadaran untuk menjauhi narkoba, pergaulan berisiko, HIV/AIDS, perundungan, dan berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kesehatan serta masa depan mereka. (*)
Youth Health Adventure Carnival, Zulmaeta: Jaga Kesehatan, Mental, dan Masa Depan Generasi Muda
