Indeks
Daerah  

RSA Laksamana Malahayati Gelar Pengobatan Gratis di Kepulauan Mentawai, Jadwal Disesuaikan Cuaca

Kepulauan Mentawai,metrosumatra.com.

– Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati akan melaksanakan kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Mentawai. Kegiatan ini awalnya dijadwalkan mulai Jumat, 30 Januari 2026, namun mengalami penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Babinsa Pokai, Irpan Muntai, menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena kapal RSA Malahayati baru tiba di Dermaga Pokai dengan selisih waktu sekitar dua jam akibat badai di perairan Mentawai.

“Karena cuaca buruk, kapal terlambat sandar sekitar dua jam. Demi keselamatan dan kelancaran pelayanan, jadwal pengobatan disesuaikan dengan kondisi cuaca,” ujar Irpan Muntai.

Pelayanan pengobatan gratis akan mulai dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, dengan jadwal sebagai berikut:

Sabtu, 31 Januari 2026
📍 Pokai
⏰ Pelayanan kesehatan gratis pukul 09.00 – 16.00 WIB
⏰ Pukul 18.00 WIB RSA Malahayati bertolak dari Pokai menuju Maileppet, Siberut Selatan

Minggu, 01 Februari 2026
📍 Maileppet, Siberut Selatan
⏰ Pelayanan pukul 09.00 – 18.00 WIB
⏰ Pukul 20.00 WIB berangkat menuju Tuapejat, Sipora Utara

Senin, 02 Februari 2026
📍 Tuapejat, Sipora Utara
⏰ Pelayanan pukul 09.00 – 16.00 WIB
⏰ Pukul 18.00 WIB berangkat menuju Sioban, Sipora Selatan

Selasa, 03 Februari 2026
📍 Sioban, Sipora Selatan
⏰ Pelayanan pengobatan pukul 09.00 – 16.00 WIB
⏰ Pukul 18.00 WIB RSA Malahayati dijadwalkan meninggalkan Kepulauan Mentawai

Seluruh kegiatan pengobatan ini gratis dan terbuka untuk masyarakat umum, dengan tujuan membantu meningkatkan akses layanan kesehatan bagi warga di daerah kepulauan dan pesisir.

Namun demikian, pihak RSA Laksamana Malahayati menegaskan bahwa seluruh jadwal tetap bersifat kondisional, menyesuaikan dengan perkembangan cuaca di lapangan demi keselamatan pasien dan kru kapal.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan ini sebaik mungkin, dan mohon pengertian apabila terjadi perubahan jadwal karena faktor alam,” tutup Irpan Muntai.(Fais)