Indeks

Wali Kota Bukittinggi, Zulmaeta Hadiri Rakor Angkutan Lebaran 2026 Dipimpin Mahyeldi Ansharullah, Payakumbuh Dukung Integrasi Trans Paliko dan Rekayasa Lalu Lintas

Bukittinggi – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026 bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi dan dihadiri sejumlah kepala daerah tingkat II  di Ruang Rapat Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (27/2/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada 26 Februari 2026, sekaligus membahas kesiapan pemerintah daerah menghadapi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Rapat koordinasi ini tidak hanya menyoroti kesiapan transportasi di daerah tingkat dua se-Sumatera Barat, tetapi juga membahas langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik.

Wali Kota Zulmaeta menyatakan dukungannya terhadap langkah terpadu yang disiapkan pemerintah provinsi dan pusat dalam menghadapi arus mudik Lebaran serta pengembangan transportasi kawasan.

“Pemerintah Kota Payakumbuh mendukung penuh langkah koordinasi ini, baik dalam kesiapan angkutan Lebaran maupun pengembangan transportasi kawasan. Kami berharap sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk Trans Paliko, dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memudahkan mobilitas masyarakat,” ujar Zulmaeta.

Diketahui, Pemprov Sumbar menyiapkan skema manajemen dan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) pada jam tertentu.

Skema tersebut akan diberlakukan pada pukul 10.00–14.00 WIB untuk arah Padang–Bukittinggi dan pukul 14.00–18.00 WIB untuk arah Bukittinggi–Padang.

Selain itu, rapat juga membahas pengembangan angkutan perkotaan di kawasan aglomerasi Palapa (Padang–Lubuk Alung–Pariaman) dan Bukapalipatar (Bukittinggi, Agam, Padang Panjang, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, dan Tanah Datar).

Untuk kawasan Bukapalipatar, pengembangan transportasi difokuskan pada layanan Trans Paliko yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Pada tahap awal, pengembangan difokuskan pada koridor Bukittinggi–Agam–Padang Panjang yang akan terintegrasi dengan moda transportasi lain di Terminal Bukit Surungan.

Selanjutnya, tahap kedua mencakup pengembangan layanan Trans Paliko yang melayani rute Payakumbuh–Lima Puluh Kota.

Adapun tahap ketiga akan menghubungkan Bukittinggi dengan Payakumbuh sebagai bagian dari integrasi kawasan aglomerasi.

Rencana layanan Trans Paliko meliputi beberapa koridor utama, di antaranya Koridor I Terminal Koto Nan IV–Pasar Payakumbuh–Dangung-Dangung–Suliki–Pasar Suliki, Koridor II Pasar Piladang–Terminal Koto Nan IV–Pasar Payakumbuh–Tanjung Pati–Harau, serta Koridor III Terminal Koto Nan IV–Pasar Payakumbuh–Halaban.

Konsep sistem transportasi publik kawasan aglomerasi Palapa sendiri telah disusun oleh Dinas Perhubungan bersama Balitbang sebagai upaya menjawab meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah.

Pengembangan angkutan perkotaan ini juga bertujuan mengintegrasikan pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata, memperkuat hubungan kota inti dan wilayah penyangga, serta mendukung program Kementerian Perhubungan dalam pengembangan angkutan massal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah di Sumatera Barat, di antaranya Wali Kota Padang, Bupati Lima Puluh Kota, Wakil Bupati Padang Pariaman, Wakil Wali Kota Pariaman, serta Kepala BPTD Kelas II Sumatera Barat. Pemerintah daerah sepakat memperkuat sinergi lintas wilayah guna memastikan kelancaran angkutan Lebaran sekaligus mendukung pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi di Sumatera Barat.(*)