Batusangkar,metrosumatra.com.
Sebagaimana ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar memulai lembaran kerja baru dengan menggelar silaturahmi dan halal Bihalal di aula kantor setempat, Senin (30/3).
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kembali target pelayanan publik setelah seluruh ASN menjalani masa libur Idulfitri dan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Memasuki bulan Syawal yang secara bahasa berarti peningkatan, jajaran Kemenag diharapkan mampu mentransformasikan nilai Ramadan ke dalam etos kerja yang lebih disiplin dan profesional.
Sebagai langkah adaptif, Kemenag tengah menunggu kebijakan pusat terkait wacana hari WFH mingguan untuk meningkatkan efisiensi operasional kantor, seperti penghematan biaya listrik dan BBM.
.Namun, kebijakan ini ditekankan tidak boleh mengurangi kualitas layanan esensial yang menyentuh kepentingan masyarakat luas. Transformasi digital dan fleksibilitas kerja diharapkan menjadi sarana untuk menciptakan lingkungan birokrasi yang lebih efisien tanpa kehilangan integritas.
Merujuk tafsir Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam Shafwatut Tafasir, silaturahmi adalah pondasi kekuatan organisasi yang menyandingkan ketakwaan dengan perintah menjaga hubungan kekeluargaan. Mari kita hapus ‘ghibah birokrasi’ dan memaafkan segala friksi kerja agar sinergi antarunit kembali kuat demi pelayanan publik yang tidak terhambat,” ujar H. Amril dalam arahannya.
Suasana pertemuan semakin khidmat dengan tausiyah dari H. Abrar yang mengangkat tema tentang pentingnya menggapai akhir yang baik atau husnul khatimah. Beliau mengingatkan bahwa semangat Ramadan yang mengajarkan kita untuk semakin giat beribadah hingga di penghujung waktu harus diadopsi dalam keseharian. Konsistensi dalam menjalankan ibadah secara sungguh-sungguh merupakan manifestasi ibadah yang akan membawa keberkahan hingga akhir kehidupan di dunia atau husnul khatimah.
H. Amril turut mengutip Surah An-Nisa ayat 1 dimana Allah menyandingkan ketakwaan dengan perintah menjaga silaturahmi. selain itu mengutip Surah Al-Mulk ayat 2, bahwa amal terbaik bukan soal kuantitas semata, melainkan kualitas dan keikhlasan dalam bekerja. “Kinerja kita adalah ibadah sosial yang harus dilandasi perasaan diawasi oleh Allah atau muraqabah dalam setiap langkah pelayanan,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan bersalaman saling memaafkan antar ASN. Keteguhan hati dalam integritas dan kedisiplinan harus tetap dijaga meskipun Ramadan telah berlalu. Peningkatan di bulan Syawal diharapkan menjadi titik balik bagi ASN Kemenag Tanah Datar untuk tetap jujur dan menjaga ritme kerja yang efisien. Dengan semangat baru ini, institusi siap memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan keagamaan di Luhak nan Tuo.(Kmng/STM).
