Payakumbuh, – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memacu akuntabilitas dan transformasi digital di lingkungan birokrasi. Setelah rapat evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin langsung Wali Kota di Aula Josrizal Zain, Selasa (7/6/2026), giliran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memaparkan capaian serta tantangan yang dihadapi sepanjang 2026.
Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, dalam paparannya mengungkapkan tiga pilar utama kinerja dinas yang merujuk pada regulasi nasional. Ketiganya adalah keterbukaan informasi publik (UU No. 14/2008), Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE (Perpres No. 95/2018), serta percepatan transformasi digital pemerintah (Perpres No. 83/2005).
“Visi kami adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan dan pengembangan kapasitas daerah,” ujar Kurniawan di hadapan Wali Kota dan jajaran pimpinan OPD lainnya.
*Target Kinerja: Indeks SPBE Naik, Keterbukaan Informasi Capai 78*
Dari paparan yang disampaikan, Dinas Kominfo menargetkan sejumlah peningkatan indikator kinerja pada 2026. Untuk indeks keterbukaan informasi publik, target dinaikkan dari 66 pada 2025 menjadi 78 di tahun ini. Sementara indeks SPBE ditargetkan meningkat dari 3,75 menjadi 3,84.
Adapun target akuntabilitas kinerja dinas dibidik naik tipis dari 81,4 menjadi 81,6.
“Skena ini tidak mudah. Kami masih menghadapi keterbatasan infrastruktur IT, anggaran, dan sumber daya manusia,” akui Kurniawan.
*Rencana Aksi Triwulan I: Kerja Sama dengan 84 Media*
Memasuki triwulan pertama 2026, Dinas Kominfo telah menyusun sejumlah langkah konkret. Kerja sama dengan media menjadi salah satu prioritas. Sebanyak 84 media telah ditandatangani perjanjian kerja sama pada 26 Januari 2026 untuk memperkuat diseminasi informasi publik.
Dinas juga mengalokasikan anggaran APBD untuk fasilitasi wartawan dalam ajang Hari Pers Nasional (HPN) di Serang, Banten. Selain itu, penanganan pengaduan melalui SP4N-LAPOR! berhasil menindaklanjuti 4 laporan yang masuk pada periode awal tahun.
*Tantangan: Berita Negatif dan Minimnya Penonton Konten Pemko*
Kurniawan Syah Putra secara terbuka mengakui sejumlah risiko yang masih membayangi kinerja Kominfo. Selain persoalan SDM dan teknologi, ia menyoroti penyebaran berita negatif yang kerap tidak terantisipasi dengan cepat.
“Penanganan hoaks dan isu negatif membutuhkan kecepatan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami terus berupaya,” katanya.
Satu lagi catatan penting: target jumlah penonton (viewer) untuk konten berita Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh baru mencapai sekitar 700-an. Angka ini dinilai masih jauh dari harapan.
Dua pekerjaan rumah lain yang belum sepenuhnya terselesaikan adalah evaluasi pemanfaatan taman digital dan command center yang selama ini belum optimal.
*Program Podcast: Dialog Pemko dengan Masyarakat*
Menariknya, Dinas Kominfo meluncurkan program podcast sebagai kanal komunikasi baru. Program ini dirancang sebagai ruang dialog antara Pemko dan masyarakat, mencakup pembahasan kebijakan hingga layanan publik.
Sasaran podcast adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku UMKM, pelajar, dan kalangan media. Frekuensi siaran ditetapkan dua kali sebulan dengan durasi 20-40 menit per episode.
“Ini bentuk komitmen kami untuk meningkatkan transparansi sekaligus menjangkau publik yang lebih luas, terutama generasi muda,” ujar Kurniawan.
*Apresiasi Wali Kota: Kerja Sama dengan 84 Media Langkah Strategis*
Di sela-sela rapat, Wali Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi khusus kepada jajaran Dinas Kominfo yang dipimpin Kurniawan Syah Putra atas capaian di triwulan pertama 2026. Menurutnya, sejumlah langkah strategis dinilai cepat dan tepat sasaran, terutama dalam membangun kolaborasi dengan insan pers.
“Saya beri apresiasi untuk Pak Kurniawan dan tim. Kerja sama dengan 84 media pada 26 Januari lalu adalah langkah luar biasa. Ini bukti keseriusan membangun ekosistem informasi publik yang sehat dan transparan,” ujar Wali Kota.
Ia juga memuji inisiasi program podcast dua kali sebulan sebagai bentuk inovasi komunikasi yang relevan dengan perkembangan perilaku masyarakat saat ini. Meskipun target viewer masih sekitar 700-an, Wali Kota menilai fondasi yang dibangun Dinas Kominfo sudah mengarah pada percepatan transformasi digital.
“Yang terpenting, mereka tidak berhenti pada prosedur. Podcast, fasilitasi wartawan di HPN Serang, dan tindak lanjut laporan publik adalah bukti nyata kerja. Terus tingkatkan,” tambahnya.
Apresiasi ini sekaligus menjadi pelecut bagi dinas terkait untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti optimalisasi taman digital dan command center, dalam waktu 30 hari ke depan.
*Wali Kota: Perbaiki dalam 30 Hari ke Depan*
Menanggapi paparan tersebut, Wali Kota Payakumbuh menekankan agar seluruh indikator kinerja yang belum optimal segera dibenahi. OPD dengan capaian di bawah standar, termasuk catatan atas capaian konten digital, diberi tenggat waktu 30 hari untuk menyusun rencana aksi perbaikan.
“Kita tidak bisa berhenti pada data. Yang penting adalah dampak nyata bagi masyarakat. Saya minta evaluasi taman digital dan command center segera dituntaskan,” tegas Wali Kota.
Rapat ditutup dengan arahan agar monitoring kinerja dilakukan secara bulanan, serta peningkatan pelatihan keamanan siber dan manajemen SPBE bagi seluruh ASN di lingkungan Pemko Payakumbuh. (*)
Transformasi Digital Dikebut, Wali Kota Minta Kominfo Payakumbuh Benahi dalam 30 Hari
