Payakumbuh — Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Payakumbuh untuk menghemat energi melalui perubahan pola mobilitas harian, di antaranya dengan menggunakan sepeda maupun angkutan umum saat berangkat ke kantor.
“Di Pemko Payakumbuh ada lebih kurang 3.000 ASN. Kalau kita mulai bersepeda atau menggunakan angkutan umum ke kantor, berapa energi yang bisa kita hemat,” kata Sekda Rida Ananda saat apel pagi di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (06/03/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait penghematan energi yang dimulai dari lingkungan pemerintahan.
Selain itu, upaya efisiensi energi juga didukung melalui penerapan kebijakan penyesuaian pola kerja ASN, termasuk skema Work From Home (WFH). Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 dan diperkuat dengan Surat Edaran Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ.
Dalam regulasi itu, pola kerja ASN diatur dengan kombinasi fleksibilitas lokasi kerja, yakni empat hari bekerja dari kantor (work from office/WFO) dan satu hari bekerja dari rumah (WFH) setiap Jumat.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pemko Payakumbuh juga tengah menyiapkan langkah strategis berupa gerakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik di lingkungan pemerintahan, yang akan dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota dalam waktu dekat.
Menurut Rida, langkah sederhana yang dilakukan secara kolektif akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi.
Ia mengakui keterbatasan transportasi umum di Payakumbuh, namun hal itu dinilai tidak menjadi penghalang untuk memulai kebiasaan hemat energi.
ASN yang selama ini menggunakan kendaraan dinas roda empat didorong untuk beralih ke sepeda motor, sepeda, bahkan berjalan kaki bagi yang berdomisili dekat dengan kantor.
“Kalau rumahnya dekat, kenapa tidak jalan kaki. Ini upaya sederhana, tapi dampaknya besar kalau kita lakukan bersama,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Rida juga mulai mengubah kebiasaan pribadinya dengan menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke kantor, menggantikan penggunaan mobil dinas.
Ia menegaskan, kemampuan individu dalam membeli bahan bakar bukan menjadi alasan untuk bersikap boros energi.
“Mungkin kita punya uang untuk mengisi BBM, tapi bukan itu maksud negara. Presiden meminta kita menggunakan energi seperlunya,” katanya.
Selain sektor transportasi, Rida juga mengingatkan pentingnya efisiensi penggunaan listrik di lingkungan perkantoran.
ASN diminta menggunakan pendingin ruangan, lampu, serta perangkat listrik lainnya secara bijak, serta memastikan seluruh peralatan dimatikan saat tidak digunakan.
“Kalau belum terasa panas, tidak perlu langsung menyalakan AC. Pagi hari udara masih sejuk. Lampu dan peralatan lain juga dimatikan jika tidak dipakai, dan saat pulang pastikan semuanya sudah dipadamkan,” ujarnya.
Menurut dia, pemborosan energi sering kali tidak terasa jika dilakukan secara individu, namun akan berdampak besar jika terjadi secara kolektif di seluruh instansi.
“Kalau satu dua mungkin tidak terasa, tapi kalau semuanya, berapa banyak daya yang terbuang sia-sia,” katanya.
Rida berharap, gerakan hemat energi ini dapat menjadi budaya baru di kalangan ASN di Kota Payakumbuh.
“Ke depan, Pemko Payakumbuh juga berencana menggelar kegiatan bersepeda bersama ke kantor sebagai bagian dari kampanye hemat energi, sembari menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota,” pungkasnya. (*)
Gerakan Hemat Energi Dimulai, ASN Payakumbuh Didorong Bersepeda ke Kantor
