Sungayang,metrosumatra.com.
Mengisi rangkaian pembelajaran di bulan suci, MTsN 10 Tanah Datar menggelar kegiatan Pesantren Ramadan yang hari ini, Kamis (26/2/2026), kegiatan dipusatkan di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Sungayang.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar H. Amril, hadir mengisi kajian keislaman bertajuk “Ramadan Upgrade 1447 H” yang mengajak siswa untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbarui kualitas spiritual di tengah derasnya arus digital.
H. Amril mengawali paparannya dengan analogi yang menarik perhatian siswa, yakni membandingkan diri manusia dengan hardware dan amal ibadah sebagai software.
Ia menegaskan bahwa teknologi canggih di era Smart Society saat ini harus diimbangi dengan iman yang kuat agar manusia tidak tersesat atau mengalami “hang/error” dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, Ramadan hadir sebagai sistem pembaruan (system update) agar grafik pahala dan keberkahan hidup para siswa tidak tertinggal.
Lanjut H.Amril “Baterai iman kita sering kali terkuras oleh kesibukan, ketergantungan pada gadget, hingga pengaruh lingkungan. Jadikan ibadah salat sebagai charger, serta perbanyak zikir harian sebagai power bank rohani agar hati tetap terisi.
Lalu Wudhu yang selalu terjaga akan memastikan sinyal koneksi kita dengan Allah SWT tetap kuat, sehingga kita tidak tersesat di tengah hiruk-pikuk dunia digital,” ujarnya.
Kajian begitu antusias diikuti ratusan siswa bersama guru dan tenaga kependidikan MTsN 10. Turut hadir pula Kepala KUA Sungayang bersama Penyuluh Agama. Pesantren Ramadan merupakan agenda Kementerian Agama dimana selain pembelajaran umum, siswa digembleng mendalami ajaran agama serta kedisiplinan ibadah seperti tadarus Al-qur’an yang lebih intens.
Terkait perubahan karakter, H. Amril membedakan software pribadi “old version” yang malas dan kecanduan scrolling gadget, dengan “new version” yang disiplin dan bertaqwa.
Ia mendorong siswa melakukan revolusi diri secara total. “Ramadan adalah masa maintenance terbaik untuk sistem ruhani kita. Kita harus berani meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbarui sistem menjadi pribadi yang lebih produktif,” tegasnya memotivasi.
Kegiatan kajian hari ini diakhiri dengan pemberian tantangan harian kepada siswa, seperti tantangan detoks digital satu jam sebelum berbuka untuk diisi dengan tilawah. Pihak madrasah berharap melalui kajian ini, siswa MTsN 10 Tanah Datar tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban puasa.
Namun benar-benar mengalami peningkatan kualitas diri. Dengan bekal spiritual yang telah diperbarui, para siswa diharapkan mampu menjadi pionir generasi muslim yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara karakter di lingkungan masyarakat.(Kmng/STM).
