Indeks
News  

Kebakaran Bukit Harau Meluas, Warga Resah Minimnya Respons Pemerintah

LIMA PULUH KOTA — Memasuki hari keempat, kebakaran hutan di kawasan Bukit Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, justru kian meluas dan belum terlihat adanya tanda-tanda terkendali. Parahnya, titik api kini semakin mendekati permukiman warga, bahkan hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah penduduk.

Saat awak media memantau langsung pada Minggu (20/07/2025), kobaran api tampak terus melahap kawasan hutan yang menghitam dan berkepul asap pekat. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan lambannya respons dari pemerintah daerah.

“Sudah empat hari kebakaran, bukannya padam malah makin luas. Tidak terlihat petugas atau upaya maksimal untuk memadamkan. Kami jadi bertanya-tanya, ke mana pemerintah daerah?” ungkapnya penuh kecewa.

Lebih ironis lagi, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Lima Puluh Kota terkait kebakaran ini. Sikap bungkam pemerintah daerah memunculkan kritik tajam dari masyarakat yang menilai bahwa langkah penanganan kebakaran kali ini jauh dari kata serius.

Di bawah kepemimpinan Safni Rinto yang baru seumur jagung, publik menanti ketegasan dan kecepatan bertindak dari pemerintah kabupaten. Sayangnya, hingga saat ini, koordinasi maupun informasi resmi kepada masyarakat nyaris tak terdengar.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa solusi konkret, bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi kepercayaan publik terhadap pemerintah juga ikut tergerus.

Kebakaran yang terus meluas tanpa langkah jelas dari pemerintah menjadi preseden buruk di awal kepemimpinan Safni Rinto. Sudah saatnya Pemkab Lima Puluh Kota segera mengambil tindakan nyata sebelum api dan kekecewaan warga semakin membesar.