Korea Selatan,metrosumatra.com.
Korea Selatan dengan ibu kotanya Seoul betul daerah yang aman nyaman dan bersih, meskipun disepanjang jalan umum tidak ada tersedia tempat sampah.
Walaupun Negara Korea Selatan sedikit sekali rakyatnya beragama Islam, namun warga negaranya taat hukum jarang sekali terjadi gangguang kamtibmas.
Itulah yang memukau dan membuat terlena rombongan atau tim perjalanan wisata International STH Travel Jakarta pimpinan Mas Iqbal, 31 orang dari Jakarta,Semarang, Jogja dan Sumatera juga didampingi Wartawan metrosumatra.com 27 Agustus lalu.
Terasa kita menikmati keindahan kota Seoul, dengan keberagaman kuliner dan objekwisatanya, Korea Selatan Negara bekas jajahan Jepang ini sangat menyenangkan meskipun sudah terbagi antara Korea aselatan dan Korea Utara.
Kami bertolak dari Bandara Sukarno Hatta Selasa 26 Agustus Subuh dan sampai di Negara Tetangga Brunai Darusalam dengan ibukotanya Bandar Sri Bagawan, Rabu subuh pula 27 Agustus.
Selama satu hari kami sempat menikmati keindahan kota yang hanya berpenduduk 450.000 jiwa itu, masyarakatnya hidup penuh bersahaja taat beragama yg mayoritas Islam karena Raja yang memerintah Negara Brunai Darusalam Sultan Haji Yang mulia Hasanah Bulkiyah adalah Yang berdaulat Sultan Brunai yang ke 29 sangat memperhatikan kesulitan rakyatnya selama lebih 30 tahun menjadi Raja di Negeri itu.
Dari penjelasan singkat Tuan Vivi putra Asli Brunai Darusalam menyebutkan kenapa Rajanya sangat dekat dengan rakyatnya karena hampir seluruh kebutuhan dasar untuk rakyatnya menjadi tanggung jawab kerajaan sebutlah Sekolah mulai dari tingkat rendah sampai ke Perguruan tinggi adalah gratis .
Khusus warga Brunai yang melanjutkan Kuliah di Perguruan Tinggi dimanapun ditanggung pembiayaanya oleh Kerajaan. bahkan memberikan bea siswa selama berkuliah setiap bulan .
Untuk kesehatan membebaskan biaya setiap wanita termasuk biaya Berobat ke Rumah Sakit baik rawat jalan maupun rawat inap. selain itu jaminan hidup layak bagi penduduk yang tidak mampu semua dijamin oleh Negaranya.
Warganya tidak dipungut pajak seperti PBB yang di Indonesia jadi keluhan bahkan kendaraan bermotor yang dimilik tidak perlu membayar pajak di Negara kaya minyak yang terkenal seperti Shell yang juga sudah ada di Jakarta.
Selamat di Negara Jiran itu kami sempat berkunjung kesejumlah Destinasi Wisata seperti Kampung air atau yang disebut sebagai asalmuasal nenek moyang bagi penduduk Brunai itu. Jorudong Park atau Tugu Kristal yang dijadikan ruang terbuka hijau dan taman bermain yg cukup ramai, Masjid terbesar yakni Masjid Muh. Ali Syaifuddin serta Kawasan Istana Raja Brunai .
Kunjungan yang tidak kalah menariknya adalah ketika kami menginjakan kakaki di Negara Korea Selatan dengan ibukotanya Seul berpenduduk 51 Juta orang dengan 9 Provinsi mayoritas Rakyatnya tidak memiliki agama.
Kalau di Indonesia hampir setiap kampung bahkan Dusun ada Masjid namun di Negara Korea Selatan hanya terdapat 7 ( Tujuh) buah Masjid itupun dibangun oleh komunitas Muslim setempat secara swadaya tanpa bantuan Pemerintah.
Satu satunya Masjid Yang kami Jumpai cukup bersih namun hanya dipakai untuk Solat Jumat saja berjamaah, pada solat lima waktu dilakukan secara perorangan atau berkelompok karena sedikitnya warga yang sholat.
Menurut Mis Meei lagi bagi orang Korea mati itu sudah akhir dari segalanya mereka tidak percaya adanya hari berbangkit Syorga da Neraka seperti yang umat Muslim meyakini.
Sama dengan Negara Brunai Korea Selatan tidak ada terlihat Polisi yang mengatur lalu lintas disepanjang jalan umum tetapi pengguna jalan sesuai peruntukannya sangat patuh berlalu lintas, hampir tidak ada kami melihat kepadatan jalan raya seperti macet sepanjang jalan seperti di Indonesia. denga Sepeda motor berlalu lalang seperti pendangan yg kita lihat di Negara Indonesia.
Tour Gude kami mis Meei warga negara asli Korea tapi pernah tinggal di Jokjakarta Indonesia memandu kami untuk berhati hati dengan jenis makanan karena banyak makanan disini tidak halal bagi umat Islam seperti Babi. Kebiasaan masyarakat Korea memelihara anjing dan sering membawa Anjing ketempat Wisata atau Moll sudah menjadi budaya bagi warga memelihara anjing sama dengan Kucing bahkan anjingnya juga ada pesta ulang tahunnya ada Rumah Sakit khusus untuk anjing tersebut.
Negara Korea Selatan beru saja dipimpin oleh seorang Presiden dari kelompok yang muda karena mayoritas dukungan partai adalah giliran yang muda Kalau lima tahun sebelumi dipimpin oleh kelompok mayoritas golongan tua tua. Jadi jelas Mis Meei mayoritas partai dari 7 Partai itu ada dua golongan Partai golongan muda dan golongan partai tua. Kehidupan warga Korea Selatan dengan Korea Utara memang tidak harmonis dan dulu sampai sekarang hampir tidak pernah ada hubungan siraturahmi antara Kedua negara yang saling berbatasan itu. Korea Utara negaranya banyak pergunungan dan berbukit bukit, Sementara Korea Selatan di kelilingi laut dan banyak destinasi wisata yang sangat indah dan memanjakan pengunjungnya.
Sebutlah Nami Island, Seoul and tower starfield library atau Perpustakaan umum terbesar seperti di kota Belanda ada di Seoul , bedanya kalau di Leden Belanda pustakanya punya aturan ketat tidak boleh brisik dan tidak boleh bawa HP bagi pengunjung namun di Seul justru dibolehkan bersua foto disamping membaca buku ,duty free, serta wisata Kuliner khas Korea , serta berkunjung pusat oleh oleh bahkan ketempat produksi Ginseng yg terkenal kami juga di bawa serta pengolahan buah pinus merah obat tradisional Korea untuk melancarkan peredaran darah itu serta bermaoananbpakaian khas Korea merah pada Pusar Rakyat Korea yang terkenal Khas dan menarek ( MW).
