Batusangkar,metrosumatra.com.
Sebagaimana masih dalam semangat awal tahun 2026 sekaligus menyambut bulan suci Ramadan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar menggelar pembinaan mental dan disiplin bagi seluruh aparatur sipil negara.
Kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan ketaatan regulasi dengan kesadaran spiritual demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih bermartabat dan berdampak bagi umat.
Dimana kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor, Jumat (23/1), yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan, pejabat fungsional, pelaksana, hingga kelompok kerja pengawas. Kehadiran seluruh lini pegawai ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menyelaraskan langkah organisasi menyongsong agenda besar keagamaan di awal tahun anggaran.
H. Amril dalam arahannya menekankan, bahwa disiplin bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif PP No. 94 Tahun 2021, melainkan manifestasi dari keimanan seseorang. “Di Kementerian Agama, disiplin adalah amanah yang harus dijaga karena kita memikul marwah agama dan negara sekaligus dalam setiap pelayanan,” tegasnya saat memaparkan materi landasan formal kerja sebagai bentuk amal shalih.
Pimpinan juga menyoroti pentingnya menjaga keberkahan penghasilan dengan memastikan setiap menit waktu kerja diisi dengan produktivitas yang nyata. ASN diminta membangun “budaya malu” jika datang terlambat atau tidak menyelesaikan tugas, sebab setiap kompensasi yang diterima harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada pemberi amanah.
H. Amril menginstruksikan para pemegang kebijakan untuk mengedepankan prinsip Uswatun Hasanah atau keteladanan dalam memimpin bawahannya masing-masing. “Dakwah bil hal atau keteladanan langsung jauh lebih kuat dampaknya daripada sekadar surat edaran, maka pimpinan harus menjadi cermin disiplin bagi seluruh jajarannya,” ujarnya menjelaskan seni penguatan disiplin.
Menambah kesejukan acara, Ustadz Muhammad Abrar menyampaikan tausiyah persiapan Ramadan 1447 H dengan pesan agar setiap ASN memulainya dengan hati (niat) untuk menjadi versi terbaik (the best version). Beliau mengajak jemaah melakukan muhasabah diri terhadap Ramadan lalu serta menjauhi maksiat agar ibadah tahun ini lebih berkah dan mampu mencetak pribadi muhsinin yang gemar berbuat kebaikan.
Sebagai penutup, ditekankan pula trik penegakan disiplin melalui monitoring digital yang transparan serta pendekatan humanis melalui coaching dan mentoring. Kedepannya juga akan diberikan ‘reward and punishment’ terhadap hasil pemantauan disiplin ASN kantor. Diharapkan melalui pembinaan ini, seluruh ASN Kemenag Tanah Datar mampu mengubah orientasi kerja dari sekadar mencari absensi menjadi upaya mencari ridha Allah SWT dalam melayani masyarakat.(Kmng/STM)
