Padang, metrosumatra.com
Madrasah Aliyah Negeri 2 Padang (MAN 2) Padang bakal menggelar Ujian Madrasah (UM) bagi siswa kelas XII, 2 hingga 12 Maret 2026 mendatang. Ujian berlangsung selama 10 hari dan menjadi salah satu penentu kelulusan peserta didik.
Kepala MAN 2 Padang, Ahmad Asdi, menegaskan bahwa UM merupakan asesmen sumatif akhir jenjang untuk mengukur capaian kompetensi siswa pada seluruh mata pelajaran, baik umum maupun keagamaan.
“UM ini adalah asesmen akhir. Hasilnya menjadi salah satu syarat penentu kelulusan,” ujarnya saat memberikan arahan kepada panitia UM, di Aula Abu Bakar Shiddiq, Rabu (25/2/2026).
Ia mengingatkan, fungsi UM sama seperti Ujian Nasional pada masa sebelumnya. Karena itu, pelaksanaannya harus diperlakukan dengan standar yang sama.
“Perlu digarisbawahi, UM sama dengan UN dulu. Fungsinya sama. Karena itu, pelaksanaannya harus mengikuti standar yang sama. Ini ujian akhir dan masuk dalam komponen penentu kelulusan,” tegasnya.
Terkait teknis pengawasan, Ahmad Asdi mengaku sempat mempertimbangkan sistem pengawas silang. Namun, hal itu belum dapat direalisasikan. Meski demikian, integritas dan profesionalisme tetap harus dijaga.
“Walaupun belum mengawas silang, perlakuannya harus tetap sama. Integritas seorang pengawas mesti tetap dijaga dalam mengawas,” pesannya.
Menurutnya, suksesnya pelaksanaan ujian sangat bergantung pada kesiapan panitia. Karena itu, ia meminta setiap personel memiliki job description (jobdesk) yang jelas agar pengawasan dan pengendalian berjalan efektif.
“Buat job kerja. Siapa mengerjakan apa harus jelas, supaya mudah dikontrol. Job yang ditetapkan itu kerja minimal. Kalau ada pekerjaan lain, kita kerjakan bersama,” katanya.
Ia berharap seluruh panitia dapat bekerja keras dan saling bahu-membahu agar pelaksanaan UM berjalan lancar, maksimal, efektif dan efisien. “Mudah-mudahan ujian berjalan lancar dan tidak menimbulkan persepsi yang miring,” pungkasnya. (S/M)
