Oleh : Marwan.SE (Wartawan Metrosumatra.com).
Hampir seminggu hari Raya Idul Fitri ternyata sejumlah Objek Wisata Masih ramai dikunjungi oleh Wisatawan baik dari Sumatera Barat maupun luar Sumbar sehingga sejumlah ruas jalan menuju objek wisata itu macet.
Tidak terkecuali Objek Wisata Arau di Kabupaten Lima Puluh Kota yang dikunjungi Wartawan media ini Rabu 25 Maret 2026 hari ini pedat namun lancar, dijalan menuju lokasi dari Pasar Ibuah Payakumbuh.
Tujuan utama pengunjung ke Lembah arau tidak saja melihat air terjun, namun yang paling banyak digemari adalah objek wisata buatan untuk mengambil momen foto keluarga di latar belakang bukit berbatu cadas dan terjal dengan pemandangan yang unik dan menarik.
Sejumlah pengunjung mengabadikan momen yang jarang didapat itu dengan berbagai fose mulai dari gambar pesawahan yang hijau dengan balon itik yang dirancang secara apik oleh pengelolanya, menyulap sejumlah tumpak sawah yang sepakat tidak dijadikan sawah lagi, dan dibuatkan pelataran yang unik dengan berbagai ornamen pemandangan.
Selain tempat hosfot foto itu juga tempat penginapan berupa home stay yang menyediakan rumah gaya Eropa bisa untuk menginap sejumlah anggota keluarga.
Tidak kalah ramainya adalah ornamen rumah dan tempat bersejarah yang biasa ditemukan di negara Korea dan Jepang dengan menyewakan pakaian alah Korea dan Jepang itu juga ada di Harau berdampingan dengan gedung pesantren moderen Insan Cendikia yang tidak jauh lokasinya dari air terjun lembah arau itu.
Dibandingkan dengan pengelolaan Istano Basa Pagaruyung yang juga ramai pengunjung dalam suasana Lebaran itu jauh lebih banyak macam ornamen tepat tempat Indah yang bisa dijadikan objek foto kenangan oleh pengunjung.
Kalau di Istano Pagaruyung hanya latar belakang bangunan Rumah Gadang Istano saja, agak nya perlu juga mencontoh apa yang dilakukan oleh pihak swasta yang mengelola objek foto di Lembah Arau ini.
Satu lagi yang juga kami temukan adalah tempat Toylet yang bersih tanpa sampah serta harum dibandingkan dengan daerah Tanah Datar, ternyata ruas jalan menuju objek wisatanya di Lima Puluh Kota itu jauh lebih bagus dan badingkan dengan sejumlah ruas jalan Provinsi dan Kabupaten di Tanah Datar yang banyak lobangnya sehingga membuat pengunjung mengomel disepanjang jalan selain terjebak macet juga terjebak lobang lobang menganga dijalan meskipun sebagian sudah ditambal.(***)
