Payakumbuh — Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menghadiri sekaligus membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Payakumbuh Tahun 2027 di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Payakumbuh, Jumat (30/1).
Forum yang mengusung tema “Transformasi Sosial Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing melalui Penguatan Pemberdayaan, Kualitas SDM, serta Kualitas Layanan Publik” ini menjadi bagian penting dalam tahapan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah secara partisipatif.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Asisten I Setdako, Kepala Bappeda, kepala OPD se-Kota Payakumbuh, unsur Forum Anak, serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan lainnya.
Kepala Bappeda selaku panitia pelaksana menyampaikan bahwa forum ini bertujuan menghimpun masukan dan saran dari seluruh stakeholder terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2027, sehingga dokumen perencanaan yang dihasilkan lebih komprehensif, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Elzadaswarman menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan amanat regulasi untuk memastikan proses perencanaan pembangunan berjalan terbuka, partisipatif, dan akuntabel.
“RKPD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi pedoman utama arah pembangunan daerah. Karena itu, penyusunannya harus melibatkan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan agar belanja daerah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagai kota yang tidak memiliki sumber daya alam unggulan dan bukan ibu kota provinsi, Payakumbuh harus mengandalkan kualitas sumber daya manusia, inovasi, serta tata kelola pemerintahan yang baik untuk mampu bersaing dengan daerah lain.
Meski demikian, berbagai indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Payakumbuh pascapandemi terus membaik, dari minus 1,65 persen pada 2020 menjadi 4,53 persen pada 2024, dengan target 5,02 persen pada 2025. PDRB per kapita juga meningkat hingga mencapai Rp64,21 juta pada 2024 dan ditargetkan Rp72,02 juta pada 2025.
Selain itu, angka kemiskinan menurun menjadi 4,95 persen, tingkat pengangguran semakin terkendali, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 81,62 yang menempatkan Payakumbuh pada peringkat ketiga tertinggi di Sumatera Barat.
“Capaian ini membuktikan bahwa kolaborasi pemerintah, legislatif, dan masyarakat telah berjalan di jalur yang tepat. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Perencanaan yang lebih tajam dan inovatif tetap diperlukan,” tambahnya.
Untuk tahun 2027 yang merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029, Pemko Payakumbuh menetapkan sejumlah prioritas, antara lain peningkatan kualitas SDM yang sehat dan berdaya saing, penguatan ekonomi berbasis produk unggulan dan inovasi, peningkatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, penguatan nilai sosial budaya berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara’–Syara’ Basandi Kitabullah, serta pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota juga berkomitmen mendukung program strategis pemerintah pusat dan provinsi, seperti program makan bergizi gratis, sejuta rumah, sekolah rakyat, dan koperasi merah putih.
Di sisi lain, Elzadaswarman menekankan pentingnya transformasi birokrasi menuju pemerintahan berbasis digital. Menurutnya, penataan belanja daerah sesuai regulasi — belanja pegawai maksimal 30 persen dan belanja infrastruktur minimal 40 persen APBD — menuntut kehadiran ASN yang adaptif, profesional, serta memiliki kompetensi digital.
“Kita harus membangun birokrasi yang modern, paperless, dan berbasis elektronik. Dengan integritas, sinergi, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, kita optimistis pembangunan Payakumbuh akan semakin maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui forum ini, diharapkan dokumen RKPD Tahun 2027 dapat tersusun lebih aspiratif, realistis, dan mampu menjawab tantangan pembangunan Kota Payakumbuh ke depan.(FR)
