Batusangkar,metrosumatra.com.
Dimana,setelah dikukuhkan pekan lalu, Panitia Pelaksana Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tanah Datar secara resmi menggelar rapat perdananya di Aula Kantor, Senin (27/10). Rapat ini menjadi titik tolak perencanaan, menyelaraskan visi dan misi pelaksanaan peringatan HAB yang diharapkan berbeda dan lebih berkesan dan berdampak dari tahun-tahun sebelumnya.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, Bahrul Fahmi (Kasi Penmad). Agenda utama diawali dengan evaluasi singkat terhadap pelaksanaan HAB tahun sebelumnya, yang dijadikan cermin untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan. Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa perencanaan HAB ke-80 mendatang dapat menghasilkan keputusan yang lebih matang, konstruktif, dan efektif.
Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar H. Amril, turut memberikan masukan kepada seluruh jajaran panitia yang hadir. Ia mengharapkan rapat perdana ini mampu menghasilkan keputusan yang bersifat konstruktif, yang mendasari terobosan dalam pelaksanaan. “HAB kali ini harus berbeda dan tetap berkesan,” tegasnya, menantang panitia untuk berani berinovasi.
Guna mencapai tujuan tersebut, H. Amril menekankan tiga prinsip utama yang wajib menjadi pedoman seluruh panitia. Prinsip pertama adalah mengutamakan kesederhanaan dan kekhidmatan dalam setiap rangkaian acara, menjauhkan dari kesan hura-hura, namun tetap menjaga makna. Prinsip kedua adalah penguatan soliditas dan kerukunan, yang diharapkan menjadi cerminan nyata kekompakan seluruh ASN jajaran Kemenag Tanah Datar, dari kantor, KUA, Pesantren hingga madrasah, serta mempererat kerukunan intra dan antar umat beragama.
Adapun prinsip ketiga yang menjadi penekanan khusus H. Amril adalah bahwa rangkaian HAB harus memiliki aspek keagamaan yang berdampak bagi sosial kemasyarakatan. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama sebagai pelayan publik dan garda terdepan moral bangsa. Program-program yang bersifat bakti sosial, jalan sehat kerukunan, wisata religi berdampak, atau edukasi keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan umat diharapkan menjadi trade mark pada peringatan HAB ke-80 kali ini.
Rapat berjalan dinamis dengan mendengarkan berbagai masukan dari peserta. Usulan jenis lomba, lokasi upacara, format touring wisata religi berdampak hingga bentuk kegiatan memeriahkan HAB di jajaran Madrasah, KUA dan Pesantren turut disuarakan. “Hari ini secara garis besar kita dapatkan idenya. Kita juga menunggu surat edaran dan arahan dari pusat. Diharapkan rapat berikutnya lebih detail dan teknis lagi,” ujar Bahrul Fahmi.
Dengan berpegang pada tiga prinsip utama: kesederhanaan, soliditas, dan dampak sosial, Panitia HAB ke-80 Tanah Datar berkomitmen untuk segera merumuskan kegiatan yang inovatif. Rapat perdana ini menjadi tonggak awal, mewujudkan harapan bersama agar peringatan Hari Amal Bhakti bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi benar-benar menjadi momentum refleksi, penguatan kinerja, dan peningkatan kontribusi Kemenag terhadap masyarakat Tanah Datar.(Kmng/STM)
