Batusangkar,metrosumatra.com.
Sebagaimana bencana alam banjir bandang dan tanah lonsor melanda beberapa Nagari di Kabupaten Tanah Datar pada 24 hingga 27 Novenber 2025 lalu mengakibatkan lebih kurang 2.779 jiwa masih mengungsi, 9 unit sekolah yang rusak dan 20 jembatan yang putus, pemerintah daerah lakukan percepatan penanggulangannya.
Demi Keamanan dan Kenyamaan Masyarakat Terdampak, Pemerintah Daerah Usulkan Bangun 552 Huntara, itulah kata Bupati Tanah Datar Eka Putra.SE.MM didampingi wakilnya Ahmad Fadly Sabtu lalu, (13/12/2025) juga dihadiri anggota DPRD Yonnarlis dan Ketua TP PKK saat di Posko Bencana di Batu Taba Batipuh Selatan.
Sebut Bupati “untuk memberikan keamanan dan kenyamanan para pengungsi, kita telah berkoordinasi dengan Wali Nagari dan Pemerintah Pusat yang akan membangun Huntara di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan dan X Koto.
Juga katanya, Pasca bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tanah Datar, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Daerah, mulai dari pembukaan akses jalan, buat posko pengungsian, menyalurkan bantuan sampai dengan normalisasi sungai dan jalan terdampak bencana.
Menurut Bupati”Kita telah mengusulkan Huntara untuk 552 KK, yang tersebar di Kecamatan Batipuh 89 KK, Batipuh Selatan 379 KK dan X Koto 84 KK, dan Insya Allah TNI akan bekerja 9 hari dalam membangun Huntara tersebut.
Sementara Senin (15/12/2025 di posko utama Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penanggulangan bencana Sumbar yang dipimpin Wakil Gubernur Vasko Ruseimy secara zoom dihadiri Bupati juga didampingi Wakil Bupati Ahmad Fadly S.Psi, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P.,M.Han, Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, Kepala OPD terkait menyampaikan kebutuhan mendesak pasca bencana banjir bandang.
Dalam kesempatan itu Bupati Tanah Datar itu sampaikan “yang mendesak saat ini adalah masyarakat membutuhkan pendampingan psikiater untuk psikologis pengungsi, kemudian penanganan lahan pertanian sumber perekonomian masyarakat, selanjutnya 17 unit alat berat, air mineral, obat-obatan, family kit, mesin sinso besar, serta bbm untuk operasional alat berat,” sampai Eka Putra.
Bupati Eka Putra katakana, saat ini ada lebih kurang 2.779 jiwa yang masih mengungsi yang dilengkapi dengan dapur umum 17 unit, posko kesehatan 15 unit. untuk fasilitas yang rusak, kita laporkan yaitu sekolah 9 unit dan jembatan yang putus 20 unit. kemudian kendala di lapangan saat ini, dengan masih tingginya curah hujan serta akses jalan jembatan yang rusak mengakibatkan pendistribusian bantuan logistik terkendala dan pengungsi juga ada terserang penyakit,” terangnya.
Kemudian Bupati melaporkan kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) Tanah Datar yang telah disampaikan ke Pemerintah Pusat. “Tanah Datar membutuhkan 552 unit Huntara dan telah diajukan lengkap dengan lahan dan lokasi tempat akan dibangun, selanjutnya sangat dibutuhkan kompor dan tabung gas, kasur bandal dan selimut serta pakaian kelengkapan di Huntara tersebut.
Terakhir, Bupati Eka Putra juga menyampaikan berbagai upaya sudah dilakukan, seperti pembersihan, perbaikan akses jalan untuk pendistribusian logistik, melakukan normalisasi sungai dan selalu melakukan pemantauan hulu sungai. “mohon bantuan dan kerjasama dari Propinsi melalui Dinas instansi terkait percepatan data dan bantuan,” pungkas Bupati.
Sedangkan Pemerintah Daerah sebelumnya Jumat (12/12/2025) lalu melakukan Normalisasi Aliran Sungai Muaro Samuik Nagari Padang Laweh Malalo,turunkan 1 Unit Alat Berat Lagi, gagasan ini muncul setelah Bupati Tanah Datar Eka Putra memeriksa aliran Sungai tersebut, yang dipenuhi material Batu, Kayu dan sebagainya akibat Hindrometeorologi beberapa waktu lalu.
Di Padang Laweh tersebut Bupati Eka Putra membuka ruang diskusi untuk membahas peran aktif pemerintah dalam menyusun langkah dalam penanganan pasca bencana bersama Dandim 0307 TD Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P. M.Han, Assisten Perekonomian Pembangunan Ten Ferry disaksikan H. Mini yang merupakan tokoh masyarakat setempat dan warga lainnya.
Di kesempatan itu, Bupati Eka Putra berpesan kepada Masyarakat yang berada di aliran sungai untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam karena curah hujan sedang hingga lebat masih berlangsung pada saat ini.
Sedangkan Pasca kunjungan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Anggota DPR RI H.Andre Rosiade meninjau kondisi jalan rusak akibat banjir dan longsor di Lembah Anai, hari ini, Rabu (9/12/2025) Bupati Eka Putra kembali menyambut kunjungan Ketua dan Anggota Komisi V DPR RI bersama Wamen PU Diana Kusumawati.
Bupati Eka Putra di kesempatan itu mengatakan, dalam kunjungan komisi V tersebut ia meminta Pemerintah Pusat bersama DPR RI untuk membangun dan memperbaiki fasilitas umum, terutama jalan.
“Jalan yang rusak ini merupakan akses utama masyarakat, baik untuk mobilitas harian maupun distribusi ekonomi, karena jalan ini juga jalan utama penghubung Sumbar dan Riau. Kami berharap DPR RI mendorong Pemerintah Pusat untuk dapat mempercepat pembangunan dan perbaikan berbagai fasilitas umum di wilayah ini,” ujar Bupati Eka Putra.
Kemudian Eka Putra juga menyampaikan, untuk menghindari kondisi jalan yang sering banjir di area air terjun diharapkan untuk membangun jalan fly over.
“Melihat kondisi jalan yang ketika hujan air dari air terjun akan meluber ke jalan sehingga kadang tidak bisa dilalui, maka berharap dibangun jalan fly over di sana. Dan terkait arahan buk Wamen, kita sudah evakuasi masyarakat jauh sebelum bencana ini terjadi agar tidak membangun atau tinggal di sepadan jalan di tepi sungai, sehingga ketika bencana kemaren terjadi, tidak ada korban jiwa di sini,” ungkapnya.
Selepas kunjungan lapangan rombongan DPR RI dan Wamen PU RI, Bupati Eka Putra didampingi Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi menyampaikan, pelaksanaan uji coba jalan lembah anai bisa dilewati kendaraan roda 2 akan diperpanjang sampai tanggal 16 Desember esok.(STM)
