Payakumbuh — Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh untuk berbelanja kebutuhan pokok pada kegiatan pasar murah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (10/03/2026).
Sejak pagi hari masyarakat sudah mengantre, mulai dari ibu rumah tangga, lansia, hingga pasangan muda yang ingin menyiapkan kebutuhan Lebaran.
“Kami hadir di tengah masyarakat dengan menyediakan berbagai komoditas yang sangat dibutuhkan menjelang Idul Fitri. Melalui pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” kata Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat meninjau kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.
“Kami berharap masyarakat Payakumbuh dapat menyambut Idul Fitri dengan tenang karena kebutuhan pokoknya tercukupi melalui kegiatan pasar murah ini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Elzadaswarman juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan yang belum tergarap untuk menanam berbagai kebutuhan pangan seperti cabai, bawang, maupun sayuran.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi ketika terjadi lonjakan harga atau kelangkaan bahan pangan.
“Jika suatu saat kondisi sulit terjadi, hasil dari pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Kita tidak tahu bagaimana kondisi dunia ke depan, jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat agar memanfaatkan peluang pasar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Payakumbuh.
“SPPG diwajibkan membeli bahan baku logistik dari pedagang lokal, petani, nelayan, dan UMKM setempat. Kebijakan ini bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat. Jika ada yang menolak membeli dari pelaku usaha lokal, silakan laporkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh M. Faizal, didampingi Kabid Perdagangan Hayatil Mardhiyah, mengatakan pelaksanaan pasar murah tersebut bekerja sama dengan PT Bulog Cabang Bukittinggi serta sejumlah distributor lokal di Payakumbuh.
“Untuk komoditas yang dijual, pemerintah memberikan subsidi sekitar 20 hingga 30 persen dari harga pasar sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” kata Faizal.
Ia menjelaskan sejumlah komoditas yang dijual antara lain beras lokal premium sebanyak 3.000 kilogram dengan harga Rp145 ribu per karung, lebih murah dibanding harga pasar sekitar Rp180 ribu.
Minyak goreng kemasan dua liter tersedia sebanyak 1.500 liter dengan harga Rp30 ribu, sedangkan harga di pasaran sekitar Rp39 ribu.
Selain itu, gula pasir dijual Rp14 ribu per kilogram dari harga pasar Rp19 ribu dengan stok 1.000 kilogram. Telur ayam sebanyak 300 tray dijual Rp40 ribu per tray, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp55 ribu.
Komoditas lain seperti cabai merah dan bawang merah masing-masing dijual Rp25 ribu per kilogram dengan stok 150 kilogram, sementara harga pasar mencapai Rp35 ribu per kilogram. Bawang putih dijual Rp24 ribu per kilogram dari harga pasar Rp35 ribu dengan stok 100 kilogram.
Faizal menambahkan, pasar murah tersebut khusus untuk warga Kota Payakumbuh yang dibuktikan dengan fotokopi KTP saat berbelanja.
“Masyarakat yang ingin berbelanja cukup membawa fotokopi KTP sebagai bukti bahwa mereka merupakan warga Kota Payakumbuh,” terangnya.
Salah seorang warga Bunian, Meri (40), mengaku sangat terbantu dengan program pasar murah tersebut, terutama karena harga kebutuhan pokok biasanya meningkat menjelang Lebaran.
“Terima kasih kepada Pemko Payakumbuh yang mengadakan pasar murah ini. Sebentar lagi Lebaran, jadi kami bisa menyiapkan stok kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala karena sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
“Harapan kami pasar murah ini terus berlanjut, karena sangat membantu sekali agar dapur terus ngebul,” pungkasnya.
Kegiatan itu juga dihadiri Asisten II Yasrizal, Staf Ahli Irwan Suwandi, Kabag Perekonomian A. Arifianto, serta jajaran Dinas Koperasi dan UKM. (*)
