Indeks
Daerah  

Sertifikat Kesehatan Ungkap Fakta, Sapi Bantuan Pokir Dewan Tidak Bawa Penyakit

Mentawai,metrosumatra.com.

– Isu yang sempat berkembang di tengah masyarakat terkait sapi bantuan pokok pikiran (Pokir) dewan yang diduga menjadi pembawa penyakit, akhirnya terbantahkan. Hasil penelusuran awak media menunjukkan bahwa sapi bantuan tersebut sebenarnya dalam kondisi sehat dan telah dilengkapi dokumen resmi Sertifikat Kesehatan Hewan yang dikeluarkan oleh Badan Karantina Hewan Indonesia dengan nomor 2025-H 3.0-13000 K. H. 1000023.

Dokumen tersebut menjadi bukti sahih bahwa sapi bantuan pokir yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Mentawai telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sebelum didistribusikan. Dengan demikian, tudingan sebagian warga yang mengaitkan kematian puluhan sapi lokal dengan kedatangan sapi pokir tidak memiliki dasar kuat.

Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan realitas lain: dalam kurun waktu hampir sebulan terakhir, sejumlah sapi masyarakat di beberapa dusun seperti Pasapuat, Punjaringan, dan Tunas Tugut dilaporkan mati dengan total mencapai puluhan ekor. Kondisi ini menimbulkan keresahan sekaligus kebingungan di kalangan peternak.

“Kami tegaskan, sapi bantuan pokir tidak membawa penyakit. Ada sertifikat kesehatannya yang jelas. Namun, kami tetap akan mencari penyebab matinya sapi-sapi milik warga. Sementara ini, kami menghimbau agar ternak dikandangkan terlebih dahulu, jangan dilepasliarkan, supaya bisa lebih mudah dipantau kesehatannya,” kata Chandra Payung, Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pihak Dinas Peternakan juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Balai Veteriner Bukittinggi untuk segera menurunkan tim guna melakukan investigasi lapangan. “Kami berharap dengan kedatangan tim dari Balai Veteriner, semua misteri tentang kematian sapi masyarakat bisa terjawab. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi pegangan untuk menentukan langkah pencegahan dan penanganan ke depan,” ujar salah satu dokter hewan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kini, masyarakat menanti hasil uji laboratorium yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian sapi mereka. Sementara dugaan liar yang sebelumnya mengarah pada sapi bantuan pokir, telah gugur dengan adanya sertifikat resmi dari lembaga berwenang.

Situasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk lebih cepat merespon gejala penyakit hewan di tingkat masyarakat, agar tidak muncul spekulasi yang menyesatkan dan merugikan banyak pihak.(Fais)