Tuapeijat,metrosumatra.com.
– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Mentawai menyelenggarakan rapat dengan tema “Penguatan Kelembagaan dalam Rangka Pengelolaan Kearsipan melalui Aplikasi Srikandi” di kantor Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin 8 September 2025
Acara resmi ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Nasrullah, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengelolaan arsip menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, pemanfaatan aplikasi Srikandi merupakan langkah maju menuju modernisasi pengarsipan berbasis digital di lingkungan Bawaslu.
“Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu tidak hanya dituntut bekerja profesional dalam proses pengawasan, tetapi juga dalam urusan kelembagaan, termasuk pengelolaan arsip. Aplikasi Srikandi ini hadir untuk memastikan seluruh dokumen penting dapat terdigitalisasi dengan baik, terjaga, dan mudah diakses sesuai kebutuhan,” ujar Nasrullah di hadapan peserta rapat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran komisioner, staf sekretariat Bawaslu, serta undangan dari kalangan media, khususnya wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kehadiran wartawan AWI mendapat apresiasi dari pihak Bawaslu, mengingat insan pers merupakan mitra strategis yang berperan penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat serta memperkuat fungsi kontrol sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua AWI DPC Kabupaten Kepulauan Mentawai, Faisal Ryanggie Fermana, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Bawaslu dalam melibatkan media. Ia menegaskan bahwa AWI siap mendukung setiap upaya Bawaslu, khususnya dalam hal transparansi informasi kepada publik.
“Kami dari Aliansi Wartawan Indonesia Mentawai menyambut baik kegiatan ini. Kehadiran kami bukan hanya untuk meliput, tetapi juga untuk memastikan bahwa informasi terkait penguatan kelembagaan dan pengelolaan arsip ini sampai kepada masyarakat secara jelas dan akurat. Sinergi antara Bawaslu dan wartawan sangat penting dalam menjaga demokrasi,” ungkap Faisal.
Dalam sesi diskusi, peserta membahas secara teknis manfaat dan tantangan penerapan aplikasi Srikandi dalam sistem pengarsipan Bawaslu. Beberapa poin penting yang mengemuka antara lain terkait efisiensi kerja, kecepatan akses arsip, keamanan data, serta pentingnya pelatihan bagi staf agar dapat memanfaatkan aplikasi secara maksimal.
Nasrullah menambahkan bahwa Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan tata kelola internal. “Kami ingin memastikan bahwa Bawaslu tidak hanya hadir sebagai pengawas pemilu, tetapi juga sebagai lembaga yang mampu menjadi contoh dalam hal keterbukaan informasi dan kinerja kelembagaan,” tegasnya.
Rapat ini berlangsung dengan suasana aktif dan konstruktif, diwarnai dengan tanya jawab serta masukan yang membangun dari para peserta. Dengan adanya kegiatan penguatan kelembagaan ini, Bawaslu Kepulauan Mentawai diharapkan semakin siap menghadapi tantangan tugas pengawasan, sekaligus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.(Fais)
