Sungai Tarab,metrosumatra.com.
Sebagaimana kenyamanan dan keamanan para perantau yang pulang kampung kini menjadi prioritas utama melalui kehadiran fasilitas publik yang lebih ramah dan religius di sepanjang jalur mudik Kabupaten Tanah Datar. Melalui kick off yang dipusatkan di Masjid Raya Sungai Tarab, program masjid ramah pemudik siap menemani para parantau pada perjalanan Idulfitri 1447 H.
Dimana program ini merupakan inisiatif Kementerian Agama untuk mengoptimalkan fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial. Melalui koordinasi antara KUA Kecamatan dan pengurus masjid, setiap titik yang ditetapkan diminta mempersiapkan fasilitas terbaik guna melayani kebutuhan para musafir.
”Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah tujuan sekaligus perlintasan utama bagi para pemudik di Sumatera Barat. Melalui program ini, kita harapkan perjalanan mudik tahun ini menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siapa pun yang melintas,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Amril pada sambutan kick off, Rabu (11/3).
Dalam laporannya, Plh. Kasi Bimas Islam Abu Hanifah menyampaikan bahwa terdapat 23 masjid ramah pemudik yang tersebar di 11 kecamatan strategis. Masjid-masjid tersebut disiapkan dengan akses 24 jam, area parkir luas, ruang istirahat yang layak, hingga penyediaan konsumsi sederhana bagi pemudik.
H. Amril menekankan pentingnya standar kebersihan fasilitas, terutama kamar mandi dan toilet masjid, demi kenyamanan bersama. “Kami juga berharap pengurus dan remaja masjid berperan aktif memberikan informasi ramah kepada tamu, seperti lokasi bengkel terdekat, tempat layanan kesehatan, hingga informasi jalur alternatif,” tambahnya.
Usai kick off, dilakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas Masjid Raya Sungai Tarab oleh jajaran pimpinan Kemenag bersama unsur Forkopimca setempat. Acara ini turut dihadiri oleh Kapolsek, Camat, Kepala KUA, Kepala MIN 1 dan MTsN 8, Pokjawas, serta jajaran pengurus dan jemaah masjid setempat.
Sebagai penutup, H. Amril mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program ini dengan menunjukkan keramahtamahan khas Minangkabau. Sikap toleransi dan memuliakan tamu diharapkan menjadi kesan mendalam bagi setiap pemudik yang singgah di wilayah Kabupaten Tanah Datar.(Kmng/STM)
