Indeks
Daerah  

Rapat koordinasi Strategis Dipimpin Kapala Kemenag Tanah Datar

Batusangkar,metrosumatra.com.

Peningkatan kualitas layanan publik dan penguatan integritas di lingkungan kerja menjadi prioritas utama bagi seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar menjelang hari raya Idulfitri 1447 H. Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi strategis yang melibatkan jajaran Madrasah, KUA, dan Pondok Pesantren di aula kantor setempat, Kamis (12/3).

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor H. Amril, didampingi Kasubag TU serta para Kepala Seksi yang terlebih dahulu memaparkan laporan kinerja instansi, mulai dari pembelajaran selama ramadan, pembayaran TPG hingga perihal zakat. Agenda ini dihadiri oleh Kepala Madrasah bersama Kaur TU, Kepala KUA, Pengurus IPARI, Pokjawas, hingga pimpinan pondok pesantren.

“Kita harus memastikan program Masjid Ramah Pemudik sukses dengan dukungan seluruh jajaran, bukan hanya KUA saja. Sebanyak 23 masjid yang telah ditetapkan harus menjadi fasilitas ibadah dan layanan yang memberikan kesan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para musafir,” ujar H. Amril dalam arahannya, setelah kemarin dilakukan kick off program ini di Masjid Raya Sungai Tarab.

Terkait kebijakan kerja, jajaran Kemenag diingatkan untuk mengatur skema Work From Office (WFO) dan Work From Anywhere (WFA) sesuai edaran pusat dengan tetap memprioritaskan kualitas layanan publik. Aspek keamanan gedung kantor dan madrasah, seperti instalasi listrik, juga menjadi poin krusial yang harus diperhatikan sebelum memasuki masa libur panjang Idulfitri.

H. Amril turut menegaskan pentingnya transparansi dan penyederhanaan birokrasi dalam semangat Zona Integritas (ZI) di seluruh unit kerja. “Agar layanan nikah di libur lebaran jangan sampai terkendala. Bahwa setiap layanan keagamaan dan pendidikan tidak boleh berbelit, serta setiap madrasah wajib mempublikasikan penggunaan dana BOS di papan pengumuman sebagai bentuk akuntabilitas publik,” tegasnya.

Menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 H, Kemenag mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan nilai toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat. Penyuluh agama diharapkan terus memberikan syiar Ramadan yang menyejukkan guna mencegah perpecahan dan menjaga kondusivitas daerah. Melalui berbagai penguatan layanan ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan ibadah di pengujung Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan penuh ketenangan, ketertiban, serta rasa persaudaraan yang erat.(Kmng/STM)