Indeks

Dinas Pendidikan Payakumbuh Terima Kunjungan Kepala Lapas Tanjung Pati, Perkuat Sinergi Pendidikan Warga Binaan

Payakumbuh — Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menerima kunjungan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Pati, Elfiandi, A.Md.I.P., S.H., M.H., dalam rangka menjalin sinergi dan memperkuat kerja sama di bidang pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 April 2026 bertempat di Ruang Kerja  Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.


Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, S.Pd., M.S.E., didampingi Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PAUDNI), Mirawati, S.Pt., M.Pd., serta Kepala Seksi Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Nelwita, S.E. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi.


Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas secara mendalam rencana kerja sama penyelenggaraan layanan pendidikan nonformal bagi warga binaan. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak dasar warga binaan untuk tetap memperoleh pendidikan selama menjalani masa pembinaan di Lapas.


Program yang dirancang meliputi penyelenggaraan pendidikan kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Selain itu, juga dibahas kemungkinan pengembangan program kecakapan hidup (life skill) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, sehingga warga binaan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk bagi warga binaan.


“Pendidikan tidak mengenal batas ruang dan waktu. Warga binaan tetap memiliki hak yang sama untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan pendidikan yang layak, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mewujudkan pendidikan inklusif serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.


Dalam implementasinya, Dinas Pendidikan menunjuk PKBM Tahfizul Quran sebagai pelaksana program (leading sector). PKBM tersebut akan bertanggung jawab dalam penyediaan sistem pembelajaran, termasuk modul ajar, bahan bacaan, kurikulum yang disesuaikan, serta tenaga tutor profesional yang berkompeten di bidang pendidikan nonformal.


“PKBM memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan. Kami optimis program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi warga binaan,” tambah Nalfira.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjung Pati, Elfiandi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dalam upaya pembinaan warga binaan.


“Kerja sama ini sangat penting bagi kami. Pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam proses pembinaan, selain pembinaan kepribadian dan kemandirian. Dengan adanya program ini, warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.


Ia juga menekankan bahwa pihak Lapas akan mendukung penuh pelaksanaan program, baik dari sisi fasilitas, pengaturan waktu belajar, maupun pendampingan kepada warga binaan agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan optimal.


Pertemuan ini turut menghasilkan komitmen untuk segera menindaklanjuti kerja sama melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) serta rencana teknis pelaksanaan di lapangan. Dalam waktu dekat, kedua pihak akan melakukan pendataan warga binaan yang menjadi sasaran program serta penjadwalan kegiatan pembelajaran.


Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan, sehingga mereka tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh bekal pendidikan dan keterampilan yang bermanfaat. Pada akhirnya, warga binaan diharapkan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang lebih siap, mandiri, dan produktif.


Kerja sama ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun sistem pembinaan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.