Indeks
Daerah  

Perantau Guguk Gadang Bangun Rumah Layak Huni, Wujud Nyata Kepedulian Ranah dan Rantau

Tanah Datar, metrosumatra.com.

— Pembangunan rumah layak huni yang diprakarsai perantau Jorong Guguk Gadang, Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, akhirnya rampung dan diserahterimakan kepada penerima manfaat, Rabu (16/9/2026).

Acara peresmian dan serah terima pembangunan rumah layak huni dihari Bupati Tanah Datar diwakili Kepala Dinas Tarkim Tanah Datar, Camat Rambatan, Wali Nagari Padang Magek Syafril Jamal beserta jajaran pemerintahan nagari, unsur lembaga masyarakat, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, serta para perantau.

Ketua G3AD IKPM, Eril Kusnofi, dalam sambutannya menyampaikan puji syukur kehadirat Allah SWT karena pembangunan rumah layak huni tersebut dapat diselesaikan sesuai harapan.

Ia mengatakan, pembangunan rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan perantau Jorong Guguk Gadang terhadap masyarakat di kampung halaman.

“Alhamdulillah, pembangunan rumah layak huni ini telah selesai. Beberapa bulan lalu kita bersama-sama menyaksikan peletakan batu pertama, dan hari ini rumah tersebut sudah dapat diresmikan dan diserahterimakan,” ujarnya.

Menurut Eril, sampai pada tahun 2026 ini perantau Jorong Guguk Gadang telah menyelesaikan pembangunan sebanyak lima unit rumah layak huni, dan tahun ini satu rumah dengan total anggaran kurang lebih Rp110 juta untuk rumah yang diserahterimakan tersebut.

Eril menegaskan, rumah bukan sekadar bangunan fisik yang terdiri dari dinding, atap dan lantai. Lebih dari itu, rumah merupakan tempat keluarga membangun kehidupan, tempat anak-anak tumbuh, belajar dan mendapatkan rasa aman.

“Rumah adalah pondasi utama bagi sebuah keluarga untuk membangun masa depan. Karena itu, pembangunan rumah layak huni ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di kampung halaman,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan wujud nyata gotong royong dan kerja sama antara perantau, unsur masyarakat, kaum ninik mamak dan pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.

Sementara itu, Wali Nagari Padang Magek, Syafril Jamal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para perantau Jorong Guguk Gadang yang terus memberikan perhatian terhadap masyarakat di kampung halaman.

Syafril juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Tarkim) Kabupaten Tanah Datar, Camat Rambatan beserta jajaran, Kapolsek, Ketua DPRN, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat dan seluruh unsur nagari yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama dan semangat yang tinggi dari perantau G3AD, rumah ini akhirnya bisa kita resmikan pada hari ini,” ujar Syafril.

Menurutnya, perhatian perantau terhadap kampung halaman tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan rumah, tetapi juga berbagai bentuk bantuan sosial, zakat dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Ia berharap kepedulian tersebut terus berlanjut sehingga masyarakat yang masih membutuhkan rumah layak huni di Jorong Guguk Gadang maupun jorong lainnya dapat ikut terbantu.

“Kami dari Pemerintahan Nagari Padang Magek selalu mendoakan para perantau, khususnya perantau Jorong Guguk Gadang, agar rezekinya ditambah Allah SWT, diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan usaha serta tidak pernah melupakan kampung halaman,” katanya.

Syafril menyebutkan, pembangunan rumah dengan dukungan anggaran sekitar Rp110 juta tersebut merupakan bentuk bantuan yang sangat berarti bagi penerima manfaat dan keluarganya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang sejak awal ikut membantu menyediakan berbagai kebutuhan sehingga proses pembangunan hingga peresmian rumah dapat berjalan dengan baik.

Bupati Tanah Datar Eka Putra yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala Dinas Tarkim Tanah Datar, Yanuar Pambri, ST, MT. Ia menyampaikan permohonan maaf Bupati karena pada waktu bersamaan terdapat sejumlah agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan.

Yanuar menjelaskan, berdasarkan kondisi di Kabupaten Tanah Datar, jumlah rumah tidak layak huni masih cukup banyak, yakni mencapai lebih dari 3.000 unit. Pemerintah memiliki sejumlah program untuk membantu masyarakat, termasuk program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta melalui APBD.

Ia menyebutkan, bantuan pemerintah melalui program tertentu untuk perbaikan rumah memiliki nilai yang relatif terbatas, sementara pembangunan yang dilakukan oleh perantau Jorong Guguk Gadang mencapai sekitar Rp110 juta.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada para perantau. Ini merupakan bentuk kebersamaan antara ranah dan rantau. Di Minangkabau, kekuatan pembangunan sangat terbantu dengan dukungan para perantau yang masih memikirkan kampung halaman,” pungkasnya.(STM)

















Exit mobile version