Indeks

Payakumbuh Kembali Unjuk Prestasi, Dua Karya Pelajar Tembus Final TTG Sumbar

Payakumbuh – Setelah mewakili Sumatera Barat pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional 2024 dan meraih gelar juara tingkat provinsi selama lima tahun berturut-turut sejak 2021, Kota Payakumbuh kembali meloloskan dua inovasi karya pelajar ke babak final Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Sumbar 2026.

Dua inovasi yang diusung tersebut yakni SAVIOR (Smart Agriculture Vision Observer and Responder) karya siswa SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah pada kategori Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna.

Kemudian INOCER (Intelligence Food Composition Checker and Recommendation) karya siswa SMP Islam Raudhatul Jannah Payakumbuh pada kategori Teknologi Tepat Guna.

Keberhasilan kedua inovasi tersebut menembus nominasi penilaian tingkat provinsi semakin memperkuat reputasi Payakumbuh sebagai daerah yang konsisten melahirkan inovasi berbasis teknologi dari kalangan pelajar dan generasi muda.

“Payakumbuh keren. Rawat inovasi-inovasi ini serta anak-anak kita agar terus berpikir intelektual,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, di Payakumbuh, Kamis (04/06/2026).

Menurut Yozarwardi, inovasi yang lahir dari kalangan pelajar menunjukkan bahwa budaya riset, kreativitas, dan pemecahan masalah telah tumbuh dengan baik di Payakumbuh.

Ia menilai pembinaan yang berkelanjutan perlu dilakukan agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Payakumbuh Syafwal mengatakan proses penjaringan dan seleksi telah dilakukan secara matang sebelum menetapkan inovasi yang diikutsertakan pada kompetisi tingkat provinsi.

“Dalam usulan inovasi ini kami melakukan penjaringan dan seleksi yang matang. Inovasi yang dipilih juga selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mendukung misi ketahanan pangan nasional,” katanya.

Ia menjelaskan SAVIOR menawarkan solusi berbasis teknologi untuk membantu pemantauan dan respons terhadap kondisi pertanian secara lebih efektif, sedangkan INOCER menghadirkan sistem cerdas yang mampu memeriksa komposisi pangan sekaligus memberikan rekomendasi bagi pengguna.

Menurut Syafwal, kedua inovasi tersebut menunjukkan kemampuan generasi muda Payakumbuh dalam mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan saat ini.

Koordinator Inovasi Kota Payakumbuh Robby Hafanos mengatakan tim penilai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menunjukkan komitmen untuk mendukung keberlanjutan inovasi yang berkembang di daerah.

“Kami berdialog langsung dengan Kepala DPMD Sumbar dan beliau menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan inovasi daerah, mulai dari fasilitasi hak kekayaan intelektual hingga promosi produk inovasi bagi pemenang kompetisi,” ujarnya.

Robby berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Payakumbuh untuk terus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Mudah-mudahan capaian ini menjadi energi positif bagi generasi muda, baik milenial maupun Gen Z, agar lebih responsif terhadap persoalan di sekitarnya dan mampu menjadi problem solver melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Keberhasilan meloloskan dua inovasi sekaligus ke babak final kompetisi tingkat provinsi memperpanjang catatan prestasi Payakumbuh sebagai salah satu daerah dengan ekosistem inovasi pelajar yang berkembang di Sumbar. (*)