Indeks
Daerah  

Panataran dan Refresing Wasit Juri FORKI Sumbar Berakhir, 115 Peserta Lulus dan Siap Bertugas di Kejurda Pasaman

Padang, metrosumatra.com.

– Rangkaian kegiatan Panataran dan Refresing Wasit Juri FORKI Sumatera Barat yang berlangsung sejak 13 hingga 14 Juni 2026 resmi berakhir dengan sukses.

Kegiatan yang dipusatkan di Kota Padang itu diikuti oleh ratusan insan karate dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.
Sebanyak 115 peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti seluruh tahapan kegiatan yang meliputi pembekalan materi, ujian tertulis, dan praktik lapangan.Peserta terdiri dari 32 orang mengikuti program Refresing dan 83 orang mengikuti Penataran Wasit Juri.

Ketua Bidang Perwasitan FORKI Sumbar yang juga Ketua Panitia, Sensei Marjoni, mengatakan seluruh peserta telah menunjukkan semangat dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan yang cukup panjang dan melelahkan tersebut.
Ia menjelaskan, dari hasil evaluasi dan ujian yang dilakukan oleh tim penguji, seluruh peserta dinyatakan memenuhi syarat dan layak untuk bertugas sebagai perangkat pertandingan karate di tingkat daerah.

Adapun rincian kelulusan peserta terdiri dari Wasit A sebanyak 16 orang, Wasit B sebanyak 15 orang, Juri A sebanyak 24 orang, dan Juri B sebanyak 16 orang. Seluruh peserta telah melalui proses penilaian yang objektif dan profesional.
Sensei Marjoni berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama penataran dapat diterapkan dengan baik saat bertugas di lapangan.

Menurutnya, seorang wasit dan juri harus mampu menjalankan tugas sesuai aturan pertandingan FORKI yang berlaku.
“Ilmu yang telah didapat selama penataran hendaknya dapat diterapkan ketika memimpin pertandingan, baik yang diselenggarakan oleh FORKI, perguruan karate, maupun berbagai open turnamen karate lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa wasit dan juri harus senantiasa menjaga marwah dan korps perwasitan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran, serta mengedepankan profesionalisme dalam setiap pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, Sensei Marjoni mengungkapkan bahwa para wasit dan juri yang telah dinyatakan lulus akan segera mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam ajang resmi.

Menurutnya, mereka akan ditugaskan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Sumbar yang akan dilaksanakan pada 26 hingga 28 Juni 2026 di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

Sementara itu, salah seorang Tim Penguji, Jumadi, SH, menyampaikan bahwa keberhasilan para peserta tidak diperoleh dengan mudah. Seluruh peserta harus melewati serangkaian ujian dan praktik yang cukup ketat.

Ia menegaskan bahwa seorang wasit dan juri karate harus memiliki pemahaman mendalam terhadap peraturan pertandingan serta mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan objektif di lapangan.

Kami berharap seluruh peserta yang telah lulus benar-benar mampu menjalankan tugas dengan profesional ketika dipercaya memimpin pertandingan, baik pada event FORKI, perguruan, maupun kejuaraan terbuka yang diselenggarakan oleh berbagai instansi,” kata Jumadi.

Menurutnya, objektivitas seorang wasit dan juri sangat menentukan kualitas sebuah pertandingan. Atlet yang dinyatakan menang harus benar-benar memiliki kemampuan teknik dan prestasi yang layak sesuai hasil pertandingan.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan penataran dan refresing ini menjadi salah satu langkah strategis FORKI Sumbar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan dan penjuriannya.

Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini, lanjut Sensei Marjoni, tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi banyak pihak yang telah bekerja keras sejak tahap persiapan hingga penutupan acara.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia, Dewan Wasit, tim penguji, serta tim logistik yang dimotori oleh Sensei Rifendri PM, yang telah bekerja maksimal demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia administrasi dan seluruh unsur pendukung lainnya yang telah menunjukkan dedikasi dan kekompakan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.

Di sisi lain, salah seorang peserta yang dinyatakan lulus, Zulvantino, mengaku bangga dan bersyukur dapat mengikuti program perdana Panataran dan Refresing Wasit Juri FORKI Sumbar tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum FORKI Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, Ketua Bidang Perwasitan, Dewan Wasit, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi para wasit dan juri karate di Sumatera Barat.

Zulvantino berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia FORKI Sumbar. Ia pun optimistis ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama penataran dapat diaplikasikan dengan baik ketika menjalankan tugas sebagai wasit di berbagai kejuaraan karate mendatang.(MM).