GEMPITA BERSAMA Resmi Diluncurkan, 15 KWT di Payakumbuh Terima Bantuan Budidaya Pangan

Payakumbuh – Pemko Payakumbuh mengintensifkan upaya memperkuat ketahanan pangan melalui peluncuran inovasi GEMPITA BERSAMA (Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Pangan Inovatif Tangguh Menuju Konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) yang dibarengi penyerahan bantuan sarana budidaya kepada 15 Kelompok Wanita Tani (KWT) di lima kecamatan.

Program yang diluncurkan di KWT Sejahtera Mandiri, Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang, Rabu (05/08/2026), itu menjadi strategi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat melalui pengembangan Kebun B2SA.





Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Sekretaris Daerah Rida Ananda mengatakan ketahanan pangan menjadi faktor utama dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh terus menghadirkan berbagai program yang mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

“Pangan merupakan kebutuhan dasar sekaligus fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, kita terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan Kebun B2SA,” kata Sekda Rida Ananda.

Ia menjelaskan Kebun B2SA tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk membudidayakan sayuran, buah-buahan, serta tanaman rempah yang bernilai ekonomi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan berupa benih, bibit, dan berbagai kebutuhan budidaya kepada 15 KWT yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Payakumbuh.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan bahan, bibit, dan benih tanaman kepada 15 Kelompok Wanita Tani sekaligus meluncurkan inovasi GEMPITA BERSAMA sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.

Rida menambahkan, GEMPITA BERSAMA menjadi inovasi yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas gizi keluarga, pengembangan pangan lokal, serta penguatan ketahanan pangan dalam satu gerakan yang berkelanjutan.

Ia juga meminta perangkat daerah, penyuluh pertanian, camat, dan lurah terus memberikan pendampingan agar program tersebut berkembang dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami berharap seluruh KWT memanfaatkan bantuan ini secara optimal sehingga Kebun B2SA benar-benar menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan bahan pangan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memperoleh serta mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Menurut dia, inovasi GEMPITA BERSAMA dirancang untuk memperkuat peran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan yang produktif.

“Salah satu pilar utama inovasi ini adalah Kebun B2SA yang mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan pangan sehat, bergizi, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan melalui APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2026 meliputi benih aneka sayuran, bibit bawang merah, bibit cabai merah, bibit alpukat, pupuk organik, pupuk NPK, dolomit, polibag, dan mulsa.

Edvidel berharap seluruh KWT penerima bantuan mampu menjadi motor penggerak dalam mengembangkan kebun pangan keluarga sekaligus menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri.

“Kami berharap Kelompok Wanita Tani menjadi contoh bagi masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kualitas konsumsi pangan. Semoga gerakan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Payakumbuh,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *