Daerah  

Lomba Malamang BKMT Gunung Pangilun Meriahkan HUT RI, HJK Padang dan Sambut Maulid Nabi

Padang, metrosumatra.com.

— Staf Ahli Wali Kota Padang Ir. Syahrial Kamat mewakili Wali Kota Padang menghadiri Lomba Malamang yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (22/8/2026).





Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357, sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Lomba Malamang berlangsung meriah di RT 01 RW 07, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara. Kegiatan ini turut dihadiri Camat Padang Utara, Ketua BKMT Kecamatan, sejumlah pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu majelis taklim se-Kelurahan Gunung Pangilun.

Dalam sambutannya, Ir. Syahrial Kamat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki tiga makna penting. Pertama, memperingati HUT Kemerdekaan RI dengan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kedua, kata Syahrial, kegiatan ini turut memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357 melalui upaya melestarikan budaya dan tradisi Minangkabau. Ketiga, lomba Malamang menjadi sarana menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi antaribu-ibu majelis taklim.

Syahrial Kamat mengapresiasi BKMT Gunung Pangilun yang mengangkat kuliner tradisional Malamang sebagai salah satu bentuk perlombaan. Menurutnya, Malamang bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Pemerintah Kota Padang mendukung penuh kegiatan yang menghidupkan budaya dan nilai-nilai keagamaan. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi kelurahan lainnya,” ujar Syahrial.

Sementara itu, Ketua BKMT Gunung Pangilun, Helma Gusnita, menyampaikan bahwa sejumlah kelompok majelis taklim ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. Penilaian meliputi kekompakan peserta, kebersihan, teknik membungkus lemang dengan bambu, hingga cita rasa Malamang yang dihasilkan.

“Melalui Malamang, kita mengajarkan kepada anak cucu agar tidak melupakan makanan warisan nenek moyang. Sekaligus, kegiatan ini menjadi wujud kecintaan kita kepada Rasulullah SAW di bulan Maulid,” katanya.

Suasana perlombaan berlangsung penuh semangat dan keceriaan. Aroma Malamang yang dibakar secara tradisional menambah semarak kegiatan, sementara para peserta tampak kompak dan antusias mengikuti seluruh rangkaian lomba hingga selesai.(MM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *