News  

Kegiatan Gerakan Tanah Datar Menulis Berlangsung di Hotel Pusako Bukittinggi

Bukittinggi,metrosumatranews.com.

Meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Datar perlu didukung dengan guru atau tenaga pendidik yang profesional, ditambah lagi diera digital saat ini kemajuan teknologi yang semakin canggih yang akan mempengaruhi mental generasi penerus nantinya.

Itulah penyampaian Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM ketika membuka secara resmi acara bertajuk Gerakan Tanah Datar Menulis Guru dan Siswa di Hotel Pusako Bukittinggi, Rabu (22/02/2023).

Kegiatan Tanah Datar Menulis yang mana Bupati Eka Putra itu juga tampil sebagai Keynote Speaker itu turut menghadirkan narasumber Mohammad Ihsan CEO Media Guru, Wakil Ketua Umum IKAPI dan Eko Prasetyo Pemred Media Guru dan juga Ketua Umum IPP Indonesia

Bupati Eka memberikan apresiasi dan menyambut positif kegiatan Guru Penggiat Literasi serta Pelatihan Menulis Bagi Guru dan Murid.

Sebut Bupati,banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan oleh generasi muda agar tidak terlena dan asyik dengan teknologi smart phone dengan bermain game online ataupun aktifitas lain tanpa batas yang dapat diakses melalui jaringan internet yang sudah dalam genggaman tersebut .

ungkap Bupati Eka Putra itu ketika membuka secara resmi acara bertajuk Gerakan Tanah Datar Menulis Guru dan Siswa tersebut.

Menurut Bupati Eka Putra gerakan ini akan dapat membangun sinergitas semua elemen dalam rangka menumbuh kembangkan semangat literasi masyarakat dan gerakan ini sangat baik sekali ditambah lagi dilakukan dengan swadaya, itu menandakan tingginya animo guru dan siswa terkait literasi di Tanah Datar.

“Bagi kita semua yang hadir tidak hanya guru namun juga ada siswa, dari itu saya berharap dengan adanya gerakan menulis ini akan muncul lagi minat membaca, karena membaca jendela dunia,”ujar Eka Putra.

Salah seorang guru bernama Ade Ristiani saat ditanya Bupati Eka Putra tentang ketertarikannya dengan Gerakan Tanah Datar Menulis itu mengatakan, gerakan ini sebagai ladang bagi dirinya yang berlatar belakang guru bahasa Indonesia tersebut.

“Gerakan Tanah Datar menulis ini ladang bagi saya untuk mengembangkan bakat literasi baik bagi saya maupun bagi siswa-siswa saya nantinya, guru sejarah sudah menghasilkan karya kenapa saya yang guru bahasa Indonesia belum. Dan saya juga sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan Pak Bupati yang telah melahirkan media guru seperti ini,” ucapnya gugup dan disambut riuh peserta lainnya.

Diakui Ade jika sebelumnya Ia pernah menulis namun itu belum murni karyanya, karena masih ada campur tangan orang lain, dari itu dengan mengikuti Gerakan Tanah Datar Menulis ini iya berkeinginan punya karya sendiri tanpa campur tangan orang lain.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar Riswandi menyampaikan, hampir seluruh sekolah yang mengutus perwakilannya untuk mengikuti kegiatan Tanah Datar Menulis ini ada juga pengawas dan juga ada siswa.

Untuk peserta disampaikan Riswandi sebanyak 222 orang Guru termasuk Kepala Sekolah, ada juga dari Pegawas, Himpaudi yang mana total yang mengikuti sebanyak 350 orang peserta dan ini diluar dugaan panitia dimana peserta melampau target dari 200 peserta.

Zulhayati, S.Pd, MM, salah seorang Pengawas SD di Kabupaten Tanah Datar yang ikut kegiatan gerakan Tanah Datar menulis dengan mandiri tersebut mengatakan keikutsertaannya merupakan sebagai motivasi diri, menambah ilmu dan pengalaman belajar yang pada akhirnya tentu pengembangan diri.. (if/STM)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *