Padang,metrosumatra.com.
– Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Prof. Fauzi Bahar, mengunjungi Posko pencarian korban anak hanyut di Pantai Ulak Karang Padang, Kamis (23/4).
Kunjungan ini merupakan bentuk belasungkawa dan dukungan moril terhadap keluarga Rasyid (8) dan Zafran (9) yang dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Ulak Karang sejak Sabtu (18/4).
Dalam kunjungannya, Prof. Fauzi Bahar memberikan bantuan logistik dan santunan tunai untuk membantu meringankan beban keluarga selama masa pencarian serta berkoordinasi langsung dengan tim SAR gabungan di lokasi untuk memantau perkembangan pencarian yang telah memasuki hari keenam.
“Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa anak-anak kita. Kehadiran Ketua LKAAM disini adalah untuk memastikan bahwa keluarga tidak merasa sendirian menghadapi cobaan ini. Dalam adat Minangkabau, anak kamanakan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Prof. Fauzi Bahar.
Dijelaskanya, bahwa kehadirannya ke posko pencarian korban anak hanyut
untuk menyemangati solidaritas badunsanak yang merupakan prinsip persaudaraan khas Minangkabau yang menekankan persatuan, tolong-menolong, dan empati sosial.
“Semangat solidaritas badunsanak mesti terus digaungkan di Sumatera Barat sebagai wujud kebersamaan dalam menghadapi berbagai situasi, apalagi orang tua yang anaknya hanyut ditimpa kesedihan yang dalam” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh orang tua dan masyarakat di pesisir pantai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda wilayah Sumatera Barat belakangan ini.
“Bencana bisa datang kapan saja, namun pengawasan ketat terhadap anak-anak saat bermain di sekitar pantai atau sungai adalah kunci utama pencegahan. Mari kita perkuat nilai gotong royong dan saling menjaga antar sesama warga,” tambahnya.
Fauzi Bahar, mantan Wako Padang 2 periode ini memuji kerja keras tim dari Basarnas Padang, TNI, Polri, BPBD, KSB, Srikandi Kebencanaan dan relawan yang terus berupaya melakukan pencarian, meski menghadapi kendala cuaca dan air laut yang keruh. (Agusmardi)
