Sidak Ke Sekolah, Pemko Payakumbuh : Jangan Ada Rekayasa Prokes

Payakumbuh, metrosumatranews.com — Menindaklanjuti rapat evaluasi pelaksanaan sekolah tatap muka, Selasa, (19/1), lalu, banyak ditemukan pasien positif Covid-19 dari kalangan tenaga pendidik. Pemko Payakumbuh melakukan sidak protokol kesehatan ke sekolah-sekolah, Rabu (20/1).

Tim Satgas Covid-19 yang melakukan monitoring dibagi menjadi 4 dan masing-masing dipimpin oleh Wakil Walikota Erwin Yunaz, Sekda Rida Ananda, Asisten I Yufnani Away, dan Asisten II Elzadaswarman, lebih dari sepuluh sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA dikunjungi dan dicek sarana dan prasana protokol kesehatannya.

Wawako Erwin Yunaz menyampaikan tujuan Pemko Payakumbuh selain membentuk kampung tangguh, juga sekolah tangguh. Karena saat ini sekolah tatap muka sudah diberlakukan, konsekuensi dari mengabaikan protokol kesehatan adalah anak-anak didik terpapar Covid-19. Pemko aware dengan hal itu.

“Protokol kesehatan adalah kunci utama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Pihak sekolah, wali murid, dan pemerintah melalui instansi terkait harus memastikan 3M berjalan baik. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” kata Wawako didampingi Asisten III Armriul Dt. Karayiang dan Sekretaris Satpol PP Erizon saat mengunjungi SD RJ, SDN 20 Payakumbuh, dan SMPN 2 Payakumbuh.

Di sekolah, Wawako menyebut perlu diperhatikan sarana prokesnya, cara dan kebiasaan warga sekolah juga harus diperhatikan, jangan ada rekayasa prokes. Karena kegiatan PBM tidak lepas dari kontak antar individu, disanalah proses penularan bisa terjadi. Maka kunci utamanya adalah perilaku dari setiap unsur di sekolah terhadap sarana prokes yang sudah ada.

“Percuma sarana prokes disediakan kalau orangnya tidak mau mematuhi prokes itu sendiri, sia-sia namanya, makanya kita dari Pemko akan terus mengingatkan dan melakukan pengawasan kepada sekolah-sekolah demi berlangsungnya PBM tatap muka yang aman dari Covid-19,” terang Wawako.

Di tempat terpisah, Sekda Rida Ananda yang melakukan sidak bersama Kasatpol PP Devitra di SMPN 4 Payakumbuh, SDN 26 Payakumbuh, dan SMKN 1 Payakumbuh mengatakan jangan sampai sudah jujur berbuat sesuai aturan, seperti melakukan rapid test terhadap guru-guru, tapi akhirnya jadi bumerang.

“Kita sudah lakukan rapid test terhadap ribuan guru-guru yang ada, dan terhadap yang reaktif dilakukan swab, hasilnya tentu saja banyak juga yang didapatkan positif. Bisa-bisa nanti zona kita berubah menjadi merah, ini kan akan jadi bumerang juga bagi Kota Payakumbuh, kita tidak bisa lagi melakukan sekolah tatap muka, ini harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh unsur terkait,” kata Rida.

Sekda menekankan kepala sekolah harus agak nyinyir, beri sanksi guru yang tidak disiplin, karena taruhan bagi Pemko Payakumbuh saat ini untuk melanjutkan sekolah tatap muka.

“Kalau kita zona merah lagi. Kita tidak akan bisa sekolah tatap muka lagi. Tujuan kita membentuk sekolah tangguh untuk menghindari hal itu. Mari kita lakukan kebiasaan 3M secara terus menerus. Mari kita motivasi guru-guru untuk tidak takut melakukan rapid tes dan kalau reaktif lakukan swab,” kata Sekda.

Menariknya, di SMPN 4 Payakumbuh Sekda Rida Ananda mengapresiasi inovasi yang dihadirkan sekolah itu, ada tempat pengambilan dan penyerahan tugas luring siswa. Dimana sudah ada box-box yang disediakan dengan diberi label nama guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Menurut keterangan Kepala SMPN 4 Payakumbuh Mardiyus, inovasi itu bahkan dipresentasikannya saat Lomba Kepala Sekolah Inovatif tingkat Nasional 2020. Contoh penggunaan box tugas luring itu, apabila siswa menerima tugas di hari Senin, mereka tidak masuk sekolah pada Selasa, karena ada shift waktu belajar, lalu tugasnya disetorkan di box tersebut di hari Rabu pagi.

“Ini sudah kita lakukan dulu ketika sekolah tatap muka belum diperbolehkan. Sejak sekolah ditutup saat Covid-19, kami direalisasikan pada Oktober 2020, siswa tak perlu keluar masuk ruang majelis guru lagi, kita manfaatkan dana BOS untuk membuatnya,” ujar Mardiyus.

“Ini bagus untuk dicontoh oleh sekolah lainnya di Payakumbuh, inovasi-inovasi lainnya yang bersifat membangun di tengah pandemi ini dapat menjadi syarat sebuah sekolah tangguh,” kata Sekda (Rel/FR)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *