Mahasiswa Teknik Industri UMRI Kunjungi Sentra IKM Rendang Payakumbuh

Payakumbuh — Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Kota Payakumbuh menerima kunjungan industri dari mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Sentra IKM Rendang Payakumbuh, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman secara langsung mengenai pengelolaan industri, khususnya pengembangan produk unggulan daerah berbasis potensi dan kearifan lokal.

Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh Yasril, S.ST., M.T., Sekretaris Dinas Doni Saputra, S.Sos., Kepala UPTD Pusat Pelayanan dan Pengembangan Rendang Novit Ardi, S.Sos., M.M., serta Kepala Tata Usaha Rendy Rozeno, A.Md.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung terkait proses pengolahan rendang, penguatan kelembagaan Industri Kecil dan Menengah (IKM), pengembangan usaha dari skala rumah tangga menuju skala industri, hingga peran pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan industri unggulan daerah.

Kepala Dinas Nakerperin Kota Payakumbuh, Yasril, mengatakan kunjungan industri seperti ini memiliki nilai penting karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana konsep-konsep yang dipelajari di bangku perkuliahan diterapkan dalam dunia industri.

“Mahasiswa tidak hanya melihat proses produksi, tetapi juga dapat memahami bagaimana sebuah produk berbasis kearifan lokal dikembangkan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas produksi, inovasi, serta dukungan pemerintah daerah,” ujar Yasril.

Menurutnya, rendang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai produk unggulan yang tidak hanya memiliki nilai budaya dan kuliner, tetapi juga nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa potensi kearifan lokal seperti rendang dapat dikembangkan menjadi industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita untuk menjadikan rendang tidak hanya sebagai kebanggaan daerah, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Yasril menambahkan, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Nakerperin terus mendorong pengembangan IKM melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan, inovasi produk, peningkatan mutu dan kemasan, serta penguatan akses pemasaran.

“Pengembangan industri membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah, pelaku IKM, perguruan tinggi dan berbagai pihak lainnya perlu berjalan bersama agar potensi yang ada dapat dikembangkan secara optimal,” tambahnya.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman dan wawasan mengenai penerapan ilmu Teknik Industri di lapangan, sekaligus mengenal lebih dekat potensi industri rendang Payakumbuh sebagai salah satu produk unggulan daerah.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, inovasi industri, serta peningkatan daya saing produk unggulan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *