Mengamuk di Bukittinggi, Skuad Wushu Payakumbuh Babat Empat Emas Lewat Pertarungan Heroik

Bukittinggi — Tensi mendidih dan gemuruh histeris penonton di Sport Hall Ateh Ngarai, Bukittinggi, Sabtu (10/10/2026), menjadi saksi bisu kedigdayaan kontingen wushu Kota Payakumbuh. Tampil lincah, cekatan, dan meledak-ledak bak tanpa celah, skuad bela diri Payakumbuh sukses membumihanguskan perlawanan lawan-lawannya. Mereka menyapu bersih empat medali emas dan satu perunggu pada laga pamungkas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.

Keran medali emas Payakumbuh dibuka lewat penampilan agresif nan mematikan dari Regina di kelas 45 kilogram putri. Tampil menekan sejak detik pertama, Regina tanpa ampun menghujani Sifa Amabel asal Kabupaten Solok dengan serangan telak bertubi-tubi. Gempuran itu sukses membungkam perlawanan dan mengunci kemenangan mutlak lewat Technical Knockout (TKO).

Tertular energi juara sang kompatriot, Andini tampil tak kalah beringas saat turun di kelas 52 kilogram putri. Mengunci rapat ruang gerak Winda Saputri asal Kota Padang, Andini menyudahi perlawanan lewat dominasi total. Serangannya yang presisi memaksa wasit menghentikan laga dan memberikan kemenangan TKO bagi Andini, sekaligus menggandakan kepingan emas Payakumbuh.

Di sektor putra, suhu di atas matras kian mendidih saat Hamid turun gelanggang di kelas 60 kilogram. Membawa mental petarung spartan yang menolak kompromi, Hamid sukses melucuti pertahanan Syamsul Mahandra asal Kabupaten Limapuluh Kota. Gempuran maut Hamid bersarang telak, membuat sang lawan jatuh KO tak berdaya hingga harus ditandu ke luar arena. Emas ketiga pun direngkuh dengan cara yang sangat heroik.

Kegarangan skuad Payakumbuh pada partai puncak ini disempurnakan oleh Ghaziatul Haniva di kelas 60 kilogram putri. Bertarung menghadapi Dinda Sartika dari Kota Padang, petarung yang akrab disapa Zia ini memberikan tekanan luar biasa yang mencekik napas lawan. Hujan serangan mematikan dari Zia memaksa kubu lawan melempar handuk tanda menyerah, memastikan emas keempat resmi dikalungkan di lehernya.

Langkah beringas di partai final tersebut menyempurnakan pencapaian skuad wushu Payakumbuh yang sukses mendobrak batas ekspektasi. Dominasi mutlak ini melengkapi torehan Selvi yang pada laga sebelumnya telah lebih dulu menyumbangkan satu keping medali perunggu usai melewati pertarungan yang berdarah-darah.

Pelatih Wushu Kota Payakumbuh, Afrizal Jamal, tak sanggup menahan haru melihat keringat dan air mata anak asuhnya terbayar lunas. Pria bertangan dingin yang akrab disapa Shifu Chan ini menyebut keberhasilan lima dari total enam atlet yang diutus ke medan laga merupakan bukti sahih dari ekstremnya tempaan mental dan fisik selama masa pemusatan latihan.

“Akhirnya perjuangan berdarah-darah kita selama ini terbayar lunas dan jauh melampaui target. Kami sangat bangga melihat anak-anak tampil begitu impresif, bertarung layaknya ksatria, dan tanpa ampun menaklukkan lawan di laga pamungkas. Mereka telah sukses mengangkat harkat dan martabat Kota Payakumbuh di atas matras,” ujar Shifu Chan dengan suara bergetar.

Ia pun tak lupa melayangkan apresiasi kepada seluruh elemen yang berada di balik layar kesuksesan tersebut.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh atlet yang berjuang habis-habisan, jajaran pengurus cabang olahraga wushu, para orang tua, jajaran Pemko dan KONI Payakumbuh, serta masyarakat yang tak henti menyuntikkan doa dan dukungan moril,” tuturnya menambahkan.

Performa spartan di arena ini langsung mendapat atensi luar biasa dari jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh. Koordinator Wilayah (Korwil) Kontingen Payakumbuh di Bukittinggi, Kurniawan Syah Putra, memanjatkan syukur atas mental baja para atlet yang menolak menyerah pada rasa sakit.

“Ini adalah pencapaian yang fantastis dan patut dirayakan dengan rasa bangga. Tingkat ketercapaian medali kontingen wushu Payakumbuh menyentuh angka 83 persen, di mana lima dari enam atlet yang kita terjunkan ke gelanggang berhasil membawa pulang medali. Ini adalah bukti nyata dari sebuah daya juang yang luar biasa hebat,” puji Kurniawan.

Sebagai bentuk penghormatan atas keringat para pahlawan olahraga tersebut, Kurniawan yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, memberikan kejutan spesial. Tepat saat prosesi pengalungan medali di atas podium, keduanya secara spontan menyerahkan bonus spontan berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp1 juta bagi setiap atlet yang berhasil menaklukkan podium kehormatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *