Padang, metrosumatra.com.
Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumatera Barat, Sensei Khairuddin Simanjuntak, menyampaikan rasa bangga dan haru atas tingginya jumlah atlet karate yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 di GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kabupaten Solok, 9 hingga 13 Oktober 2026.
Sebanyak 357 atlet dari 18 kabupaten/kota dipastikan ambil bagian dalam 460 nomor pertandingan Kata dan Kumite. Jumlah tersebut menjadi rekor terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan Porprov Sumatera Barat untuk cabang olahraga karate. Ini membuktikan bahwa karate merupakan salah satu cabang olahraga primadona yang sangat diminati masyarakat Sumatera Barat.
“Bayangkan, 357 atlet memperebutkan 460 nomor pertandingan. Ini angka yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa karate bukan cabang olahraga ecek-ecek, tetapi merupakan cabang olahraga primadona yang memiliki banyak peminat di Sumatera Barat,” tegas Khairuddin Simanjuntak.
Khairuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Sumbar tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh bupati dan wali kota, Ketua KONI serta Ketua FORKI kabupaten/kota yang telah mengirimkan atlet terbaiknya untuk mengikuti Porprov XVI di Kabupaten Solok. Menurutnya, keikutsertaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pembinaan karate di daerah berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, saya sebagai Ketua Umum FORKI Sumbar sangat bangga. Berdasarkan data terakhir yang masuk ke panitia, terdapat 357 atlet, terdiri dari 198 atlet putra dan 159 atlet putri dari 18 kabupaten/kota. Ini merupakan bukti bahwa karate di Sumatera Barat hidup dan dicintai masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khairuddin menjelaskan bahwa kompetisi Porprov merupakan salah satu pembuktian terhadap proses dan hasil pembinaan atlet, mulai dari penguasaan teknik, taktik, mental bertanding, kedisiplinan hingga kemampuan menghadapi tekanan dalam suatu pertandingan. Karena itu, setiap atlet diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Menurut Khairuddin, Porprov XVI Sumbar di Kabupaten Solok bukan sekadar ajang memperebutkan medali. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi tahap awal seleksi atlet potensial yang akan dipersiapkan memperkuat FORKI Sumbar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB-NTT).
“Dari 357 atlet yang bertanding, nantinya akan kita seleksi sejumlah atlet terbaik untuk masuk dalam Pelatihan Daerah (Pelatda) FORKI Sumbar menuju PON 2028. Target kita adalah meraih beberapa medali emas. Karena itu, bertandinglah secara maksimal karena kemampuan kalian akan dipantau langsung,” ungkapnya.
Kepada seluruh atlet dari 18 kabupaten/kota, Khairuddin berpesan agar menjadikan Porprov XVI sebagai kesempatan menunjukkan hasil latihan dan pembinaan selama ini. Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi semangat Bushido, sportivitas, disiplin dan kekeluargaan. “Kalian semua sudah menjadi juara di daerah masing-masing sebelum datang ke Solok. Tampilkan kemampuan terbaik. Menang atau kalah itu biasa, yang terpenting kalian telah berjuang dan mengharumkan nama daerah,” pesannya.
Untuk menyukseskan pelaksanaan pertandingan, FORKI Sumbar juga telah berkoordinasi dengan Bupati Solok, KONI dan FORKI Kabupaten Solok guna memastikan kesiapan lokasi serta kenyamanan seluruh peserta. GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kabupaten Solok, diharapkan mampu menjadi pusat perhatian masyarakat untuk menyaksikan langsung pertarungan atlet-atlet karate terbaik Sumatera Barat dalam Porprov XVI 2026.(MM)


