Payakumbuh – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah melahirkan berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di bidang olahraga. Jika dahulu olahraga identik dengan aktivitas fisik di lapangan, kini kemajuan digital telah menghadirkan cabang olahraga prestasi baru yang dikenal dengan electronic sports (esport).
Anggota DPRD Kota Payakumbuh sekaligus Dewan Pembina Elektronik Sport Indonesia (ESI) Kota Payakumbuh, Boy Sandi, menilai esport saat ini bukan lagi sekadar permainan atau hiburan bagi kalangan muda, melainkan telah berkembang menjadi olahraga prestasi yang diakui dan dipertandingkan secara resmi mulai dari tingkat daerah hingga internasional.
“Perkembangan dunia informasi dan teknologi telah melahirkan jenis olahraga prestasi baru di dunia. Esport sekarang bukan hanya permainan, tetapi sudah menjadi wadah pembinaan atlet yang memiliki potensi meraih prestasi,” kata Boy Sandi, Senin (15/6/2026), di Payakumbuh.
Menurutnya, fenomena game online yang semakin digemari generasi muda harus dilihat sebagai peluang yang dapat diarahkan ke kegiatan positif melalui pembinaan dan kompetisi yang terstruktur.
Besarnya minat masyarakat terhadap esport, kata Boy, terlihat dari antusiasme peserta saat Kota Payakumbuh menggelar seleksi untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 11-13 Juni 2026. Hanya untuk dua nomor pertandingan, yakni Mobile Legends dan PUBG Mobile, jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 280 orang yang tergabung dalam 32 tim.
“Ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap esport sangat tinggi. Hanya dari dua game yang dipertandingkan saja, peserta yang ikut seleksi mencapai ratusan orang. Artinya, potensi atlet esport di Payakumbuh sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.
Selain menjadi sarana pembinaan prestasi, Boy menilai penyelenggaraan turnamen esport juga memberikan dampak ekonomi yang tidak kecil bagi daerah. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah mampu menggerakkan sektor usaha, mulai dari kuliner, penginapan, transportasi hingga pelaku UMKM.
“Ketika sebuah turnamen digelar, bukan hanya atlet yang datang. Ada ofisial, pendamping, keluarga, dan penonton yang ikut hadir. Ini tentu berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan menjadi bagian dari sport tourism yang perlu kita dorong bersama,” jelasnya.
Karena itu, Boy berharap Pemerintah Kota Payakumbuh dapat memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar terhadap perkembangan esport, baik melalui pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, maupun dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai kompetisi.
Ia optimistis, dengan dukungan yang memadai, Payakumbuh berpeluang menjadi salah satu pusat pengembangan esport di Sumatera Barat sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.
“Esport adalah bagian dari masa depan olahraga. Kita berharap pemerintah daerah hadir memberikan dukungan yang lebih kuat agar potensi besar yang dimiliki anak-anak muda Payakumbuh dapat berkembang menjadi prestasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” pungkasnya.
