Payakumbuh – Pemko Payakumbuh memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pelatihan budidaya jamur tiram dan penyerahan bantuan baglog kepada keluarga miskin berisiko stunting di Aula Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Rabu (24/06/2026).
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga karena keluarga yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi gejolak harga pangan dan ketidakpastian ekonomi.
“Ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga. Keluarga yang mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri akan lebih tangguh menghadapi kenaikan harga pangan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu,” kata Wawako Elzadaswarman.
Menurut dia, budidaya jamur tiram menjadi salah satu alternatif usaha pangan yang mudah dijalankan karena tidak membutuhkan lahan luas, memiliki nilai ekonomi yang baik, serta mampu menyediakan sumber pangan bergizi bagi keluarga.
“Jamur tiram mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga. Melalui pelatihan dan bantuan baglog ini, kami berharap keluarga penerima memperoleh tambahan sumber pangan bergizi sekaligus peluang usaha rumah tangga,” ujarnya.
Elzadaswarman menjelaskan program tersebut tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong lahirnya usaha produktif di tingkat keluarga.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan bantuan yang diterima secara optimal mulai dari pemeliharaan, panen hingga pemasaran hasil produksi.
Ia meyakini budidaya jamur tiram dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga apabila dikelola secara serius dan konsisten.
“Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga. Kelola dengan baik, ikuti pelatihan secara serius, dan jadikan ini langkah awal membangun usaha produktif keluarga,” katanya.
Pada kesempatan itu, Elzadaswarman juga mengapresiasi narasumber pelatihan, Fitri Afriani, yang dinilainya mampu membuktikan bahwa budidaya jamur tiram dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi keluarga.
Menurut dia, Fitri memulai usaha budidaya jamur tiram sejak masih kuliah dan berhasil memanfaatkan usaha tersebut untuk membantu perekonomian keluarga sekaligus menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh kesempatan berbagi pengalaman di tingkat internasional.
“Beliau patut kita contoh dan jadikan inspirasi. Dengan ketekunan dalam budidaya jamur tiram, beliau mampu membantu biaya keluarga, menyelesaikan pendidikan, bahkan mendapat kesempatan diundang ke Jepang untuk berbagi pengalaman terkait budidaya jamur tiram,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan program tersebut menyasar keluarga miskin berisiko stunting yang telah tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ia menjelaskan penerima bantuan berasal dari Kelurahan Talang di Kecamatan Payakumbuh Barat, Kelurahan Napar dan Taratak Padang Kampuang di Kecamatan Payakumbuh Utara, serta Kelurahan Parambahan di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.
“Kami menetapkan lokasi penerima bantuan berdasarkan hasil penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Tahun 2025. Kelurahan-kelurahan tersebut masuk kategori agak rentan sehingga menjadi prioritas untuk mendapatkan intervensi,” katanya.
Edvidel menyebutkan sebanyak 40 kepala keluarga mengikuti pelatihan selama satu hari dan masing-masing menerima 150 baglog jamur tiram siap panen untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.
Ia berharap peserta tidak hanya memanfaatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mengembangkannya menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan produktif ini mampu meningkatkan gizi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga. Jika berkembang dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan keluarga penerima, tetapi juga masyarakat di lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (*)
Budidaya Jamur Tiram Jadi Strategi Pemko Payakumbuh Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Keluarga
