Solok, metrosumatra.com.
– Bupati Solok, Jon Firman Pandu, secara resmi membuka Kejuaraan Cabang Olahraga (Cabor) Karate Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 di GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kabupaten Solok, Sabtu (10/10/2026).
Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah di GOR Batu Batupang yang megah dan representatif. Sebanyak 357 atlet karate dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Barat hadir untuk mengikuti pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 13 Oktober 2026.

Para atlet akan berkompetisi pada 29 kelas pertandingan kata dan kumite. Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mencari bibit karateka terbaik Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi dan rasa bangga karena Kabupaten Solok dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan karate pada Porprov XVI Sumbar Tahun 2026.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Solok sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung kemajuan olahraga di Sumatera Barat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, saya mengucapkan selamat datang kepada 357 atlet terbaik dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Barat yang akan bertanding dalam 29 kelas pertandingan,” ujar Jon Firman Pandu.

Ia berharap seluruh atlet dapat mengikuti pertandingan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperlihatkan kemampuan terbaik selama kejuaraan berlangsung.
Jon Firman Pandu menegaskan, pertandingan karate tidak semata-mata berbicara tentang kekuatan fisik, pukulan, maupun kemenangan, tetapi juga berkaitan erat dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap sesama.

“Dari GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kabupaten Solok, inilah kita berharap akan lahir atlet-atlet terbaik yang nantinya mampu membela Sumatera Barat pada PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para atlet agar menjadikan nilai-nilai karate sebagai pedoman selama bertanding, baik ketika meraih kemenangan maupun saat menghadapi kekalahan.

“Jaga sportivitas. Karate bukan sekadar soal pukulan dan menang, tetapi juga soal karakter. Tunjukkan bahwa karate Sumatera Barat adalah olahraga yang bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kejuaraan karate Porprov XVI Sumbar di GOR Batu Batupang, Koto Baru.

Ia menilai fasilitas olahraga yang tersedia sangat megah dan layak untuk menyelenggarakan pertandingan tingkat provinsi. Menurutnya, sarana tersebut menjadi salah satu faktor pendukung bagi kelancaran kompetisi dan perkembangan olahraga karate di Sumatera Barat.
Khairuddin juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Solok, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solok, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

“Kita patut bersyukur karena GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kabupaten Solok, sangat megah dan layak untuk pelaksanaan event Porprov. Terima kasih kepada Bupati Solok, Forkopimda, dan semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini,” katanya.
Kepada 357 atlet yang bertanding, Khairuddin berpesan agar seluruh peserta mengedepankan sportivitas dan menjunjung tinggi semangat Bushido, yaitu nilai-nilai kehormatan, kedisiplinan, keberanian, serta tanggung jawab dalam karate.

Ia menegaskan bahwa Porprov XVI Sumbar merupakan salah satu ajang seleksi untuk mempersiapkan atlet karate terbaik yang berpotensi memperkuat kontingen Sumatera Barat pada PON XXII Tahun 2028.
“Tampilkan kemampuan terbaik kalian, bertandinglah secara sportif, dan berjuanglah meraih prestasi. Kepada wasit dan juri, laksanakan tugas secara adil dan profesional. Jangan ada keberpihakan,” tegas Khairuddin.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Alvira, S.H., yang mewakili Ketua Umum KONI Sumbar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Solok, Jon Firman Pandu, atas dukungan serta penyediaan fasilitas GOR Batu Batupang yang dinilai sangat baik untuk penyelenggaraan pertandingan.
Alvira menyebutkan, cabang olahraga karate menjadi salah satu cabang dengan jumlah peserta terbanyak dalam Porprov XVI Sumbar. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan perkembangan olahraga karate di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Ia berharap momentum Porprov dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh atlet untuk menunjukkan kemampuan, mengukur hasil latihan, serta membuktikan kesiapan mereka bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, hasil kejuaraan tidak boleh berhenti pada perolehan medali semata, tetapi harus menjadi dasar bagi proses pembinaan atlet yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Gunakan momentum ini sebagai ajang seleksi atlet terbaik yang akan dipersiapkan mengikuti pertandingan yang lebih tinggi. Hasil kejuaraan ini harus ditindaklanjuti dengan pembinaan yang lebih intensif,” ujar Alvira.
Ketua Panitia Pelaksana, Yan Stevenson, memastikan bahwa kejuaraan karate Porprov XVI Sumbar diikuti oleh 357 atlet dari 17 kabupaten/kota dengan mempertandingkan 29 kelas kata dan kumite.
Ia mengatakan, seluruh persiapan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran pertandingan, mulai dari kesiapan arena, perangkat pertandingan, hingga koordinasi dengan kontingen peserta.
Yan Stevenson berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan penuh semangat, menjaga kondisi fisik, serta menaati peraturan pertandingan yang berlaku demi mewujudkan kompetisi yang aman, tertib, dan berkualitas.
Rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan tari persembahan yang memukau para tamu undangan dan peserta. Pertunjukan tersebut menjadi bentuk penyambutan sekaligus pengenalan kekayaan seni dan budaya Minangkabau kepada seluruh kontingen yang hadir.
Suasana semakin meriah ketika parade kontingen dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Barat memasuki arena GOR Batu Batupang. Masing-masing kontingen tampil dengan penuh semangat sebagai tanda kesiapan mengikuti persaingan olahraga tingkat provinsi tersebut.
Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong secara bersama-sama oleh Bupati Solok, unsur KONI, perwakilan DPRD, Ketua Umum FORKI Sumatera Barat, serta sejumlah pejabat dan panitia yang hadir.
Dengan dibukanya kejuaraan ini, seluruh atlet karate Sumatera Barat diharapkan dapat menunjukkan prestasi terbaik, menjaga nama baik daerah masing-masing, serta memperkuat persaudaraan antarkarateka.
Kejuaraan karate Porprov XVI Sumbar di GOR Batu Batupang, Koto Baru, Kabupaten Solok, bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menyiapkan atlet potensial untuk menghadapi persaingan olahraga yang lebih tinggi, termasuk menuju PON XXII Tahun 2028.(MM).


