News  

Kebun Sawit Yanto Pasaman Barat Kini Mamfaatkan Pupuk Cair ECO Farming

Pasaman barat,metrosumatranews.com.
Yanto 63 Tahun seorang petani pemilik lahan Sawit di kawasan PT.Grasindo di Simpang Empat Kanali Pasaman Barat terpaksa tidak memberi pupuk sawitnya seluas 24 Ha karena melangitnya harga pupuk kimia akhir akhir ini.

Lankah yang diambil oleh Yanto memang kurang tepat ditengah umur sawinya diatas 10 tahun itu membutuhkan pasokan pupuk sesuai ketentuan setiap pohon untuk medapatkan hasil buah sawit yang memadai.

Namun demikian dengan niat tulus dari Yanto yang menjadikan hasil sawitnya untuk membantu Masjid anak yatim maupun orang orang yang butuh diberikan bantuan ternyata hasil sawitnya masih tetap baik rata rata 1.5 sampai 2 ton per Hektar.

Ketika berdialog dengan Wartawan Media Minggu lalu dikediamannya, terlihat dari raut wajahnya terpancar ke ikhlasan dan kepuasan batinnya, dia dapat membantu perbaikan masjid membenahi lantai dan memperhatikan kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah di pasar Nagari Simpang Tigo desa Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Pasaman Barat itu.

Dalam usia seperti ini saya merasa lebih nyaman dan tenang ketika dapat menyisihkan hasil panen sawit saya untuk ber Infak Wakaf dan Sedekah untuk membantu rumah Ibadah seperti saat ini meskipun itu tidak banyak semoga Alloh melipatgandakan terus hasil sawit tersebut doanya kepada Alloh.

Pada kondisi yang tidak memakai pupuk kimia oleh karena harga pupuk kimia mahal maka dicobanya untuk mengganti dengan pupuk organik super Eco Farming dan Slow Relase yang harganya jauh lebih murah dari pupuk kimia itu.

Dengan makai pupuk organik itu diharakannya perkembangan sawitnya jauh lebih sempurna dan buahnya juga bertambah terus karena biasanya setiap panen setia 15 hari hasilnya rata 2 Ton per Hektar, namun akhir akhir ini hanya 1.5 Ton saja karena tidak lagi memakai pupuk karena mahal harganya.(M)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *