Padang, metrosumatra.com.
— Menjelang peringatan Hari Santri Tahun 2026 yang akan digelar pada 22 Oktober mendatang, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Padang terus mematangkan berbagai persiapan. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026), guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan terarah, tertib, dan memberikan makna bagi masyarakat.
Rapat tersebut diikuti Kepala Kankemenag Kota Padang Dr. H. Yasril, S.Ag., MA bersama jajaran terkait. Dari Kanwil Kemenag Sumatera Barat hadir Kabid Papkis Dr. Joben. Turut hadir Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kankemenag Kota Padang Aris Junaidi, serta Ketua Tim Pontren Bidang Papkis Yohanes dan Efrian.
Kakan Kemenag Kota Padang Dr. H. Yasril, S.Ag., MA menegaskan, persiapan Hari Santri tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, Hari Santri merupakan momentum untuk memperkuat penghargaan terhadap kontribusi santri, pondok pesantren, ulama, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
“Yang kita persiapkan bukan hanya sebuah acara, tetapi bagaimana Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dan pesantren dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, koordinasi dan sinergi harus dibangun sejak awal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif,” tegas Yasril.
Menurut Yasril, semangat tersebut sejalan dengan arah Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat pembinaan umat, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menghadirkan layanan keagamaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Momentum Hari Santri diharapkan menjadi ruang untuk meneguhkan posisi pesantren sebagai salah satu pilar penting pendidikan keagamaan.
Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek persiapan menjadi perhatian bersama, mulai dari konsep kegiatan, koordinasi antarpihak, keterlibatan pondok pesantren dan santri, hingga teknis pelaksanaan. Sinergi antara Kankemenag Kota Padang dan Kanwil Kemenag Sumbar dinilai penting agar seluruh persiapan dapat dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi.
Yasril juga mendorong seluruh jajaran terkait untuk bekerja secara kolaboratif serta memastikan setiap tugas dipersiapkan dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mampu menyampaikan pesan penting tentang pendidikan agama, penguatan karakter, moderasi beragama, serta kontribusi santri dalam pembangunan bangsa.
“Santri hari ini harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Mereka harus memiliki ilmu, akhlak, keterampilan, dan kepedulian terhadap bangsa. Inilah yang harus kita dorong bersama melalui momentum Hari Santri,” lanjutnya.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Hari Santri pada 22 Oktober 2026, Kankemenag Kota Padang bersama Kanwil Kemenag Sumbar berkomitmen memperkuat koordinasi hingga seluruh persiapan benar-benar siap. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan peringatan Hari Santri yang sukses dalam pelaksanaan sekaligus memberikan pesan dan dampak positif bagi santri, pesantren, dan masyarakat Kota Padang.
Peringatan Hari Santri 2026 diharapkan menjadi momentum bersama untuk meneguhkan bahwa santri bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga bagian penting dari masa depan Indonesia. Melalui semangat Asta Protas, Kementerian Agama terus mendorong agar pesantren dan santri semakin berdaya, berkualitas, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.(MM)


