News  

Kukuhkan PDM Kota Payakumbuh, Ketua PWM Sumbar Targetkan Lima Indikator Keberhasilan PDM

Pengukuhan PDM Kota Payakumbuh resmi dikukuhkan oleh Ketua PWM Sumbar,Dr. Bahktiar, Minggu, 18/6/2023. (Dok. irw).

Payakumbuh,metrosumatranews.com.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Dr. Bakhtiar, mengukuhkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh periode 2022-2027, Minggu, 18/6/2023, di GOR M.Yamin Kota Payakumbuh. PDM kota Payakumbuh yang dikukuhkan itu adalah H.Irwandi Nashir,M.Pd., selaku ketua dengan anggota dr. H.Farhan,  H.Ashril Syamsu, Yopi Syah Putra, S.Th.I., Syafrisman,M.Pd.,  Ronny P. Chaniago, Mukti Ali,M.Si., Resfi Yendri,S.Ag., Soni Sendra Dt.Rajo Pangulu,  Drs. Syamsuardi, Ir. Wal Asri,M.M., H. Amril Alza, dan Hj. Nasril Afiati.

Dalam arahannya, Dr. Bakhtiar menjelaskan lima indikator minimal capaian keberhasilan persyarikatan Muhammadiyah periode 2022-2027. Menurutnya, indikator pertama yang mesti dicapai Pimpinan Daerah Muhammadiyah adalah penguatan cabang dan ranting. “ Cabang  yang ada mesti dikuatkan lagi baik tertuma dari SDM dan tata kelola organisasi,” jelasnya. “Kita jangan sampai kecolongan dengan merasa persyarikatan ini sudah besar, namun lupa dengan pengokohan cabang dan ranting sebagai kaki persyarikatan ini,” tegasnya. Indikator kedua, lanjutnya, adalah mengkatifkan seluruh  cabang dan ranting melalui pengajian dan pengkajian. 

Selain dua indikator itu, Dr. Bakhtiar juga menekankan pentingnya penguatan bidang ekonomi melalui pengembangan dan pendirian amal usaha. “Ini menjadi indikator ketiga yang mesti diwujdukan sebab Muhammadiyah itu adalah persyarikatan yang mandiri dan dapat menggerakkan ekonomi umat melalui amal usaha,’ jelas dosen UIN Imam Bonjol Padang ini. Bersinerji dalam penguatan ekonomi menjadi indikator keempat yang mesti terus diptimalkan. Dari sisi distribusi SDM, persyarikatan Muhammadiyah memberikan dukungan secara terbuka kepada setiap kadernya yang berkiprah di bidang politik.”Kiprah kader Muhammadiyah di legislatif, misalnya, adalah bentuk distribusi kader  untuk memperjuangkan gerakan dakwah amar ma’ruf  nahi mungkar melalui jalur politik,” pungkasnya. (STM/Irw).

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *